Sering Datang On-Time dan Pulang 'Tenggo'? Ini Penjelasan Ilmiahnya
- 09 Jun 2026 10:02 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Siapa disini yang ketika jam pulang kerja tersisa beberapa menit lagi, sudah dalam posisi siap sedia untuk pulang alias tenggo. Istilah "tenggo"—begitu jam kantor berbunyi teng, karyawan langsung go alias pulang—sering kali memicu perdebatan di lingkungan kerja. Sebagian menganggapnya sebagai bentuk kurangnya loyalitas, sementara yang lain melihatnya sebagai hak normatif pekerja.
Namun, dari sudut pandang psikologi kerja dan organisasi, kebiasaan datang tepat waktu dan pulang tepat waktu justru menjadi indikator kesehatan mental dan produktivitas yang sangat tinggi di era modern.
Para psikolog mengungkapkan bahwa fenomena datang on-time dan pulang tenggo mencerminkan karakteristik kepribadian serta manajemen diri yang positif, di antaranya:
1. Memiliki Manajemen Waktu dan Self-Efficacy yang Tinggi
Karyawan yang bisa pulang tepat waktu tanpa meninggalkan utang pekerjaan biasanya memiliki tingkat efikasi diri (self-efficacy) yang tinggi. Mereka mampu mengukur kapasitas diri, fokus selama jam kerja, dan menghindari prokrastinasi (menunda-nunda pekerjaan). Hasilnya, seluruh target harian berhasil diselesaikan sebelum jam kantor usai, sehingga tidak ada alasan untuk lembur.
2. Batasan Diri (Personal Boundary) yang Sehat
Secara psikologis, kemampuan untuk menarik garis tegas antara urusan profesional dan kehidupan pribadi sangat penting. Karyawan "tenggo" memahami bahwa waktu setelah jam kerja adalah hak sepenuhnya untuk keluarga, hobi, maupun istirahat. Batasan yang kuat ini terbukti efektif melindungi seseorang dari risiko stres kronis.
3. Komitmen terhadap Work-Life Balance
Prinsip bahwa bekerja adalah bagian dari hidup, bukan seluruh isi hidup, menjadi fondasi utama kelompok pekerja ini. Menjaga keseimbangan antara performa di kantor dan kebahagiaan di rumah terbukti secara ilmiah meningkatkan kepuasan kerja jangka panjang dan mencegah fenomena burnout (kelelahan mental akut).
4. Sikap Asertif dalam Berkarir
Di tengah budaya kerja konvensional yang kadang masih mengagungkan "lembur demi terlihat rajin", memilih untuk pulang tepat waktu membutuhkan keberanian dan sikap asertif. Pekerja tipe ini menilai profesionalisme berdasarkan indikator objektif (kualitas output kerja), bukan dari lamanya durasi duduk di kubikel kantor.
Meskipun secara psikologis sikap ini sangat ideal, para pakar organisasi mengingatkan adanya tantangan persepsi dalam dinamika tim. Di lingkungan kerja yang masih kaku atau kental dengan budaya senioritas, kebiasaan tenggo terkadang disalahartikan sebagai sikap kurang solider.
Oleh karena itu, kunci utama agar kebiasaan positif ini tetap dihargai adalah komunikasi yang cair dan pembuktian kinerja yang konsisten. Ketika kualitas kerja terbukti aman dan komunikasi antar-tim berjalan lancar, budaya tenggo justru dapat menginspirasi rekan kerja lainnya untuk menerapkan sistem work smarter, not harder. jadi tidak salah kok kalo sampai hari ini kamu masih melakukan kebiasaan tenggo saat pulang kantor
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....