Buah dalam Perayaan Imlek, Simbol Doa dan Harapan
- 10 Feb 2026 11:15 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Perayaan Imlek bukan sekadar pesta kembang api atau bagi-bagi angpao. Maknanya jauh lebih dalam dan menyentuh berbagai aspek kehidupan.
Tidak terasa sebulan sudah kita melewati tahun 2026, tidak terasa 1 Minggu lagi masyarakat etnis Tionghoa akan merayakan perayaan Imlek. Di negeri asalnya, Imlek disebut sebagai Chunjie atau Festival Musim Semi.
Secara filosofis, ini adalah momen transisi dari musim dingin yang suram menuju musim semi yang penuh kehidupan. Artinya, Imlek melambangkan harapan baru, awal yang bersih, dan semangat untuk meninggalkan kegagalan tahun lalu.
Buah-buahan dalam perayaan Imlek bukan sekadar pencuci mulut, melainkan simbol doa dan harapan bagi pemilik rumah. Karena dalam bahasa Mandarin banyak nama buah yang pelafalannya mirip dengan kata-kata keberuntungan, buah-buahan ini dianggap sebagai "pembawa pesan" positif.
Jeremy Huang Wijaya seorang budayawan Tionghoa asal Cirebon mengatakan, ada banyak buah-buahan disetiap perayaan Imlek.
"Sejak sebulan lalu jeruk Mandarin, jeruk Santang, Jeruk Ponkam khas Imlek membanjiri pasar, banyak dijual di pasar dan supermarket. Seperti buah jeruk, duku, lengkeng, semangka, melon rambutan dan lain-lain, buah-buahan ini juga selalu disajikan setiap perayaan Imlek,” ujar Jeremy kepada RRI, Senin, 9 Februari 2026.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa disetiap perayaan Imlek wajib ada 5 jenis buah yang mewakili 5 elemen dalam kehidupan seperti buah berwarna putih melambangkan air atau udara (duku, buah kelengkeng, dan buah melon). Lalu buah berwarna kuning atau orange melambangkan logam yaitu Jeruk dan pisang.
Sedangkan untuk buah berwarna hijau melambangkan kayu (semangka, pear ponkam, alpukat). Kemudian buah berwarna coklat melambangkan tanah (salak, rambutan, manggis, kiwi, pir bosc, kurma, markisa, kelapa, plum, dan melon cantaloupe), buah berwarna merah melambangkan api (anggur merah, apel Washington, dan buah naga merah), disajikan mengandung harapan untuk dapat memiliki banyak anak.
Sementara pada buah jeruk yang jadi buah khas Imlek memiliki filosofi mendalam.
"kalau buah jeruk sendiri yang biasanya disajikan, mengandung harapan untuk mendapatkan keberuntungan rejeki dan kemakmuran. Jeruk juga melambangkan keutuhan keluarga karena bulat. Dan jeruk yang berwarna cerah melambangkan kesempurnaan dan kelimpahan,” katanya.
Selain itu buah seperti manggis juga mengandung makna harapan untuk dapat keseimbangan dalam kehidupan. Sedangkan semangka mengandung arti do'a untuk mendapatkan keharmonisan hidup dan buah apel disajikan dalam malam Imlek mengandung arti untuk keselamatan.
Secara garis besar, buah-buahan dalam perayaan Imlek diharapkan mencerminkan makna keharmonisan antara manusia dengan alam dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Setiap buah yang dipilih harus mewakili setidaknya satu dari tiga pilar utama do'a masyarakat Tionghoa.
Intinya, buah dalam Imlek adalah sebuah simbolisme visual. Orang Tionghoa percaya pada kekuatan kata-kata dan visual. Dengan menyajikan buah yang bermakna baik, mereka sedang "menata niat" dan memvisualisasikan hal-hal positif yang mereka inginkan terjadi sepanjang tahun ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....