Pendidikan Agama sejak Dini Menjadi Benteng Anak di tengah Tantangan Zaman
- 29 Jun 2026 22:13 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Orang tua memiliki peran yang tidak dapat digantikan dalam membentuk karakter, akhlak, dan keimanan anak sejak usia dini. Pendidikan pertama bagi anak berasal dari lingkungan keluarga, sementara guru dan lembaga pendidikan hanya melanjutkan amanah yang diberikan orang tua.
Hal tersebut disampaikan Ustadz KH. Aminudin dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Cirebon, Senin, 29 Juni 2026. Menurutnya, Islam menempatkan orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dalam kehidupan seorang anak.
"Menurut Islam bahwa pendidikan yang pertama adalah orang tua. Bahkan mendidik keagamaan juga adalah kewajiban orang tua," ujarnya.
Ia menjelaskan setiap anak lahir dalam keadaan fitrah atau suci. Karena itu, orang tualah yang menentukan arah pendidikan dan pembentukan kepribadian anak melalui nilai-nilai yang ditanamkan sejak dini.
"Setiap bayi yang lahir itu fitrah, bersih. Nanti tergantung orang tuanya mewarnai. Jangan sampai salah mewarnai. Anak-anak kita harus diwarnai dengan akidah yang kuat dan pergaulan yang sehat," katanya.
Menurutnya, orang tua juga bertanggung jawab memberikan pendidikan terbaik kepada anak. Apabila keterbatasan waktu membuat orang tua tidak dapat mendidik secara langsung, maka tugas tersebut dapat diamanahkan kepada guru, ustaz, maupun kiai, tanpa menghilangkan tanggung jawab utama sebagai orang tua.
"Peran orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak-anaknya adalah total. Kalau tidak bisa, diwakilkan kepada guru, kepada ustaz atau kiai," ujarnya.
KH. Aminudin menambahkan, pendidikan agama menjadi pondasi utama sebelum anak memperoleh ilmu lainnya. Ia mengutip ajaran Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan orang tua menanamkan tiga nilai utama kepada anak, yakni mencintai Allah, mencintai Rasulullah, dan mencintai Al-Qur'an.
"Ajarilah anak-anak kita dengan tiga perkara, yaitu cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, dan cinta kepada Al-Qur'an sebagai pedoman hidup," katanya.
Ia menilai penguatan akidah menjadi sangat penting di tengah perkembangan zaman yang penuh tantangan. Anak yang memiliki keimanan kuat dinilai akan lebih mampu menjaga diri dari pengaruh negatif dan memiliki pedoman dalam menjalani kehidupan.
Ia mengajak para orang tua untuk tidak menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan kepada sekolah atau lembaga pendidikan. Menurutnya, keluarga tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak baik, dan memiliki pedoman hidup yang kuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....