Studi Ungkap Pengaruh Cara Memasak terhadap Kandungan Omega-3 Telur

  • 08 Jun 2026 09:32 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Telur omega-3 dikenal sebagai telur yang memiliki kandungan asam lemak omega-3 lebih tinggi dibandingkan telur biasa karena ayam petelurnya diberi pakan khusus yang kaya omega-3. Nutrisi ini penting untuk kesehatan jantung, otak, dan fungsi saraf sehingga banyak konsumen memilih telur omega-3 sebagai pangan fungsional.

Adapun total asam lemak omega-3 dalam telur mentah tercatat sebesar 15,3 persen. Pada telur ceplok (au plat), kandungan omega-3 mencapai 16,2 persen, sedangkan pada telur orak-arik (scrambled) sebesar 14,6 persen.

Belakangan muncul anggapan bahwa telur omega-3 tidak boleh didadar karena proses pemanasan dapat merusak kandungan asam lemak omega-3. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, namun penelitian menunjukkan bahwa suhu tinggi dan waktu memasak yang lama memang dapat mengurangi sebagian kandungan omega-3.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the Science of Food and Agriculture menemukan bahwa telur omega-3 yang dipanaskan pada suhu lebih rendah mempertahankan kadar omega-3 dan vitamin E lebih baik dibandingkan telur yang dimasak pada suhu lebih tinggi atau lebih lama. Artinya, cara memasak memiliki pengaruh terhadap kualitas nutrisi telur omega-3.

Hal senada disampaikan dr. Dion Haryadi dalam unggahan video Instagram @dionharyadi pada Sabtu, 30 Mei 2026. Menurutnya telur omega-3 memang sensitif terhadap suhu sehingga jika dimasak dalam suhu tinggi kandungannya bisa berkurang. "Ketika dibandingkan dalam kondisi mentah dan setelah digoreng orak-arik, turun dikit omega-3nya," ujarnya.

Berbeda saat dimasak dengan metode direbus dalam jangka waktu tertentu, kandungan omega-3 dalam telur dapat meningkat hingga 16,9%. Namun kandungan omega-3 nya akan lebih rendah menjadi 13,7% saat direbus dalam waktu 15 menit.

Meski beberapa metode pengolahan menghasilkan angka kandungan omega-3 yang sedikit berbeda dibandingkan telur mentah, perbedaannya tergolong kecil. Peneliti menemukan bahwa proses memasak seperti merebus, membuat telur ceplok, atau mengorak-arik telur tidak menyebabkan perubahan signifikan pada kadar omega-3.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....