Ketenangan dalam Bekerja, Kunci Profesionalisme dan Ibadah
- 30 Apr 2026 13:28 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Di tengah tuntutan kerja yang semakin kompleks, ketenangan batin menjadi hal penting yang perlu dijaga oleh setiap individu. Bekerja tidak hanya dimaknai sebagai upaya memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga sebagai aktivitas yang memiliki nilai spiritual dan kebermanfaatan.
Hal tersebut dibahas dalam Program “Mutiara Pagi” Pro 1 RRI Cirebon edisi Selasa, 28 April 2026 yang mengangkat tema “Ketenangan dalam Bekerja” bersama narasumber Assoc. Prof. Dr. Muhammadun. Dalam tausiyahnya, ia menekankan bahwa bekerja bukan sekadar aktivitas duniawi, tetapi juga bagian dari ibadah yang memiliki nilai spiritual.
Ia menjelaskan bahwa Islam memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang mulia. Hal ini merujuk pada ajaran Al-Qur’an yang mendorong umat manusia untuk beribadah sekaligus berikhtiar mencari rezeki.
“Bekerja itu memiliki landasan spiritual. Ia bukan hanya untuk kepuasan diri, tetapi juga memberi manfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Menurutnya, keseimbangan antara ibadah dan pekerjaan menjadi kunci utama ketenangan. Ia menegaskan bahwa keduanya tidak boleh saling dipertentangkan, melainkan harus berjalan seiring.
Selain itu, ia juga menguraikan empat nilai utama dalam bekerja, yakni siddiq (integritas), amanah (dapat dipercaya), tabligh (komunikatif), dan fathonah (cerdas). Menurutnya, nilai-nilai tersebut mampu menciptakan profesionalisme sekaligus menjaga dimensi spiritual dalam aktivitas kerja.
Dalam sesi interaktif, ia turut menjawab pertanyaan pendengar terkait berbagai persoalan kehidupan, mulai dari hukum meninggal saat bekerja, peran istri dalam mencari nafkah, hingga cara menghadapi rekan kerja yang tidak adil.
Ia menyampaikan bahwa bekerja untuk mencari nafkah halal merupakan bentuk ibadah, bahkan seseorang yang meninggal dalam kondisi tersebut dapat memperoleh keutamaan. Sementara itu, terkait fenomena istri bekerja, ia menjelaskan bahwa Islam memperbolehkannya dengan syarat tetap menjaga nilai dan keharmonisan keluarga.
Menanggapi lingkungan kerja yang tidak sehat, ia mengimbau agar tetap fokus pada kinerja dan tidak terjebak dalam konflik. “Yang menjadi pertanyaan di akhirat bukan orang lain, tetapi diri kita sendiri. Maka tetaplah bekerja secara profesional dan menjaga niat,” katanya.
| Baca juga: Lambung, Mesin Pengolah Makanan |
Ia juga menekankan pentingnya sikap tawakal dalam menghadapi ketidakpastian rezeki dan masa depan. Menurutnya, rezeki setiap manusia telah diatur oleh Tuhan, sehingga manusia cukup berusaha secara maksimal tanpa diliputi kecemasan berlebihan. “Rezeki itu sudah tertakar dan tidak akan tertukar. Tugas kita adalah berikhtiar dan menjaga niat,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kebahagiaan dalam bekerja tidak hanya diukur dari materi, tetapi juga dari ketenangan batin dan kebermanfaatan bagi orang lain. Ia menegaskan bahwa keseimbangan antara dimensi duniawi dan ukhrawi menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan kerja yang harmonis.
Selengkapnya dapat disaksikan di Youtube RRI Cirebon : "Ketenangan Dalam Bekerja” || Mutiara Pagi RRI Cirebon
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....