Berlapang Dada Jadi Kunci Hadapi Ujian Hidup di Era Digital

  • 04 Jul 2026 15:05 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon — Menghadapi derasnya arus informasi, persaingan, dan berbagai tekanan kehidupan di era digital, masyarakat diingatkan untuk tetap berlapang dada, bersabar, dan bersyukur. Sikap tersebut dinilai menjadi kunci agar seseorang mampu melewati setiap ujian hidup tanpa kehilangan ketenangan hati.

Ustadz Ikhsan Tobi'i menyampaikan, kehidupan manusia pada hakikatnya memang tidak pernah lepas dari ujian. Jika dahulu manusia diuji dengan keterbatasan pangan, air, dan perjalanan yang jauh, kini tantangan hadir dalam bentuk banjir informasi, tingginya persaingan, serta ekspektasi yang terus meningkat.

"Media sosial sering menampilkan kehidupan yang tampak sempurna, sementara kita sendiri bergulat dengan pekerjaan, tanggung jawab keluarga, hingga kecemasan terhadap masa depan. Namun, semua itu merupakan bagian dari sunnatullah dalam kehidupan," ujarnya dalam program Mutiara Pagi RRI Cirebon, Kamis 2 Juli 2026.

Ia menjelaskan, Allah telah menetapkan bahwa dunia merupakan tempat manusia ditempa melalui berbagai kesulitan agar iman dan kesabarannya semakin kuat. Karena itu, setiap ujian seharusnya disikapi dengan lapang dada dan keyakinan bahwa setiap kesulitan selalu disertai jalan keluar.

Mengutip Imam Al-Qusyairi dalam kitab Ar-Risalah Al-Qusyairiyah, Ia mengatakan seseorang juga harus berhati-hati ketika berada dalam kondisi lapang maupun sempit. Menurutnya, kelapangan tidak boleh membuat manusia sombong, sedangkan kesempitan tidak boleh menjadikan seseorang berputus asa.

"Ketika lapang jangan sampai kita sombong dan lupa diri. Ketika sempit jangan sampai kita putus asa dan berburuk sangka kepada Allah. Kita harus terus menjaga husnuzan bahwa takdir Allah adalah yang terbaik," katanya.

Ia menambahkan, setiap kesulitan maupun kenikmatan memiliki batas waktu. Kesadaran tersebut akan membuat seseorang lebih tenang dalam menghadapi persoalan hidup serta tidak mudah terlena saat memperoleh kemudahan.

Ia menekankan bahwa lapang dada bukan berarti menyerah tanpa usaha. Sebaliknya, seseorang tetap harus berikhtiar secara maksimal sembari menerima ketentuan Allah dengan hati yang jernih.

"Dari uraian ini ada tiga pelajaran penting yang perlu kita pegang, yaitu sabar, bersyukur, dan tetap berusaha secara maksimal. Lapang dada bukan berarti pasrah tanpa ikhtiar, tetapi menerima ketentuan Allah sambil tetap melakukan usaha terbaik," ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menyikapi informasi di media digital. Ia mengajak masyarakat untuk bersikap selektif, melakukan tabayun terhadap setiap informasi, meningkatkan literasi digital, serta tidak mudah terpancing emosi oleh berita yang belum jelas kebenarannya.

Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana menyebarkan kebaikan apabila digunakan secara bijaksana. Ia berharap masyarakat mampu menjadikan media sosial sebagai perantara untuk menyampaikan pesan-pesan positif, bukan sebagai sumber perpecahan maupun penyebaran informasi yang menyesatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....