Apakah Buah Saja Cukup untuk Sarapan?

  • 30 Apr 2026 07:15 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Banyak orang memilih buah sebagai menu sarapan karena praktis, segar, dan terasa ringan di perut. Cukup potong pisang, apel, pepaya, atau semangkuk buah campur, sarapan pun terasa selesai. Apalagi saat pagi hari terburu-buru, buah sering jadi pilihan paling mudah.

Buah memang memiliki banyak manfaat untuk memulai hari. Kandungan vitamin, mineral, air, dan serat membantu tubuh terasa lebih segar serta mendukung pencernaan. Menurut World Health Organization, konsumsi buah dan sayur secara rutin penting untuk menjaga kesehatan dan menurunkan risiko penyakit kronis.

Namun, jika hanya makan buah saja, pertanyaannya adalah apakah energi yang didapat cukup untuk beraktivitas? Buah umumnya mengandung karbohidrat alami dan serat, tetapi sebagian besar rendah protein serta lemak sehat. Padahal, protein dan lemak juga dibutuhkan agar kenyang lebih lama dan energi lebih stabil.

Itulah sebabnya sebagian orang merasa cepat lapar setelah sarapan buah saja. Misalnya, pukul 8 pagi makan satu apel, tetapi pukul 10 sudah ingin ngemil lagi. Hal ini wajar karena buah cenderung cepat dicerna tubuh, terutama jika porsinya sedikit.

Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, sarapan ideal sebaiknya mengandung kombinasi serat, protein, dan lemak sehat agar membantu rasa kenyang dan menjaga gula darah lebih stabil. Jadi, buah akan lebih optimal jika dipadukan dengan sumber gizi lain.

Contohnya, buah bisa dipasangkan dengan yogurt, oatmeal, telur rebus, kacang-kacangan, atau roti gandum dengan selai kacang. Kombinasi ini membuat sarapan tetap praktis tetapi lebih seimbang. Selain segar, tubuh juga mendapat energi yang lebih tahan lama.

Meski begitu, sarapan buah saja bukan berarti buruk. Jika sesekali dilakukan karena terburu-buru atau sedang tidak nafsu makan berat, itu tetap lebih baik daripada melewatkan sarapan sama sekali. Terutama jika pilihan buahnya beragam dan porsinya cukup.

Yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan tiap orang berbeda. Orang yang bekerja fisik, olahraga pagi, atau memiliki jadwal padat biasanya membutuhkan sarapan lebih mengenyangkan dibanding orang yang aktivitas paginya ringan. Karena itu, menu sarapan sebaiknya disesuaikan dengan rutinitas harian.

Jadi, apakah sarapan buah cukup? Jawabannya adalah bisa cukup untuk sebagian kondisi, tetapi sering kali lebih baik jika dilengkapi protein dan lemak sehat. Dengan begitu, sarapan tidak hanya segar, tetapi juga memberi tenaga sampai waktu makan siang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....