Ini Rahasia Kepribadian di Balik "Banyaknya Alarm Pagi"

  • 26 Mar 2026 06:40 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pernahkah Anda merasa satu alarm saja tidak cukup untuk membangunkan Anda dari alam mimpi? Bagi sebagian orang, deretan alarm dengan interval lima menit adalah "ritual" wajib setiap pagi agar tidak terlambat memulai aktivitas.

Fenomena ini ternyata bukan sekadar kebiasaan teknis, melainkan cerminan dari kondisi psikologis dan kepribadian seseorang yang cukup kompleks. Para ahli menyebut kebiasaan ini berkaitan erat dengan konsep social jetlag, di mana jadwal biologis tubuh tidak selaras dengan jadwal sosial yang menuntut kita bangun lebih awal.

Orang yang memasang banyak alarm sering kali memiliki kepribadian yang cenderung perfeksionis namun sekaligus pencemas. Mereka merasa perlu memiliki "jaring pengaman" berlapis agar kegagalan bangun pada alarm pertama tidak merusak seluruh jadwal hari itu.

Secara psikologis, mereka yang sulit bangun dengan satu alarm biasanya memiliki profil kepribadian "Night Owl" atau tipe nokturnal. Orang-orang ini cenderung lebih kreatif dan produktif di malam hari, sehingga pagi hari menjadi waktu yang sangat berat bagi otak mereka untuk berfungsi.

Memasang banyak alarm adalah strategi adaptif untuk memaksakan transisi dari kondisi tidur lelap ke kesadaran penuh secara bertahap. Selain itu, kebiasaan ini menunjukkan adanya kecenderungan sifat prokrastinasi yang spesifik dalam hal tidur.

Menekan tombol snooze berulang kali memberikan kepuasan instan berupa perasaan "menang" melawan waktu, meskipun hanya untuk lima menit. Hal ini mencerminkan kepribadian yang mungkin sedang mengalami tingkat kelelahan mental yang tinggi atau burnout, sehingga tubuh secara bawah sadar menolak untuk memulai tuntutan hari baru.

Di sisi lain, memasang banyak alarm juga bisa menandakan seseorang yang memiliki tingkat tanggung jawab tinggi. Mereka sangat takut mengecewakan orang lain atau melewatkan janji penting, sehingga mereka menciptakan sistem peringatan yang ekstrem.

Namun, para pakar kesehatan memperingatkan bahwa pola ini justru dapat mengganggu siklus Rapid Eye Movement (REM), yang mengakibatkan kondisi sleep inertia atau rasa pening yang berkepanjangan saat akhirnya terbangun. Berikut adalah 10 kepribadian dan kondisi yang biasanya melekat pada mereka yang memasang banyak alarm:

1. Memiliki kecenderungan perfeksionisme yang tinggi.

2. Sering mengalami kecemasan akan hari esok

3. Memiliki tipe kronotipe malam (lebih aktif saat gelap).

4. Cenderung kreatif dan visioner namun sulit dalam manajemen waktu.

5. Memiliki kontrol diri yang sedang berjuang melawan kelelahan kronis.

6. Sangat berhati-hati dan takut akan risiko (takut terlambat).

7. Mengalami social jetlag antar tuntutan kerja dan kebutuhan biologis.

8. Memiliki ketergantungan pada gratifikasi instan (kenikmatan tidur singkat).

9. Sering merasa kurang memiliki kendali atas jadwal harian mereka.

10. Memiliki tekad kuat untuk produktif meski kondisi fisik tidak mendukung.

Untuk memperbaiki kualitas hidup, para ahli menyarankan agar individu mulai mengatur konsistensi jam tidur daripada menambah jumlah alarm. Membiasakan diri bangun pada alarm pertama —meski terasa berat— ternyata jauh lebih efektif untuk menjaga kesegaran otak dibandingkan tidur terputus-putus selama satu jam penuh dengan bunyi alarm yang berulang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....