Menikmati Dessert Tanpa Rasa Bersalah
- 29 Jan 2026 17:55 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Dessert sering jadi tersangka utama saat diet terasa gagal. Sepotong kue atau semangkuk es krim kerap langsung memicu rasa bersalah. Padahal, menikmati dessert sesekali bukanlah dosa kesehatan.
Penelitian dalam Appetite Journal (2013) menunjukkan bahwa membatasi makanan manis secara berlebihan justru meningkatkan keinginan makan berlebih di kemudian hari. Artinya, larangan total sering berakhir pada cheat day yang kebablasan. Menikmati dessert dengan sadar justru membantu menjaga hubungan sehat dengan makanan.
Salah satu prinsip penting adalah mindful eating. Menurut studi dari Harvard Health Publishing (2017), makan dengan penuh kesadaran memperhatikan rasa, tekstur, dan aroma membuat seseorang lebih puas meski dengan porsi kecil. Dessert pun terasa cukup tanpa harus menambah.
Soal porsi, penelitian dalam Journal of Nutrition Education and Behavior (2015) menyebutkan bahwa porsi kecil dessert setelah makan utama tidak berdampak signifikan pada berat badan, selama asupan kalori harian tetap seimbang. Jadi, menikmati satu potong kecil kue setelah makan malam masih tergolong aman.
Waktu mengonsumsi dessert juga berpengaruh. Studi dalam Nutrients (2020) menemukan bahwa makanan manis yang dikonsumsi setelah makan utama cenderung tidak memicu lonjakan gula darah sebesar saat dimakan dalam kondisi perut kosong. Inilah alasan dessert lebih baik dijadikan penutup, bukan camilan utama.
Memilih jenis dessert yang lebih seimbang juga membantu. Rekomendasi dari American Heart Association menyarankan membatasi gula tambahan dan memilih dessert berbahan buah, yogurt, atau dark chocolate. Rasanya tetap nikmat, tapi dampaknya lebih ramah bagi tubuh.
Yang tak kalah penting adalah menghilangkan stigma makanan baik dan makanan jahat. Menurut International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity (2016), pola pikir ini justru meningkatkan stres dan makan emosional. Dessert bukan musuh, selama dikonsumsi dengan bijak.
Dengan kata lain, menikmati dessert tanpa rasa bersalah bukan soal mengabaikan kesehatan, melainkan tentang keseimbangan. Selama pola makan sehari-hari dominan bergizi, dessert bisa menjadi bagian kecil yang menyenangkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....