Transisi Energi Nasional Diperkuat Melalui Tiga Kerja Sama
- 05 Okt 2026 21:02 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - PLN Indonesia Power Group memperkuat langkah transformasi bisnis dan transisi energi melalui tiga kolaborasi strategis dalam ajang Electricity Connect 2026. Agenda ini turut dihadiri Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta dan Direktur Pengembangan Bisnis & Niaga PLN Indonesia Power Julita Indah di Tangerang pada Selasa, 22 September 2026 lalu.
Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia bersama Ketua Dewan Pengawas MKI Darmawan Prasodjo menyaksikan langsung penandatanganan kerja sama tersebut. Turut hadir Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN IP Daniel Eliawardhana dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, mengatakan rangkaian kolaborasi ini menunjukkan transisi energi tidak hanya berbicara penambahan kapasitas pembangkit. Menurutnya, hal ini juga menyangkut bagaimana memperkuat keandalan aset, industri pendukung, teknologi, serta kompetensi nasional.
"Kami ingin transisi energi memberikan nilai tambah yang lebih luas," ujar Bernadus. Ia menambahkan, langkah ini tidak hanya menghadirkan energi bersih, tetapi juga menciptakan efisiensi, memperkuat industri dalam negeri, meningkatkan TKDN, serta membangun kapabilitas Indonesia di tingkat regional.
Salah satu kerja sama dilakukan bersama PT ACE Energy Service (ACEES) untuk pengembangan proyek dedieselisasi di 10 lokasi terisolasi di Sulawesi Tengah. Proyek ini memiliki potensi kapasitas PLTS 60 MWp dan BESS 200 MWh dengan estimasi investasi mencapai Rp3,3 triliun.
Inisiatif tersebut diarahkan untuk meningkatkan TKDN melalui penggunaan panel surya produksi dalam negeri dari Trina Mas Agra Indonesia. Proyek ini juga berpotensi menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) hingga sekitar Rp1.000/kWh tergantung karakteristik sistem kelistrikan setempat.
Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Indonesia Power, Julita Indah, menyampaikan bahwa integrasi PLTS dan BESS menawarkan solusi yang relevan bagi wilayah terpencil. Integrasi ini memberikan dua manfaat sekaligus, yaitu meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dan menekan ketergantungan terhadap bahan bakar diesel.
"Dengan sistem penyimpanan energi, pasokan listrik dari PLTS dapat dikelola lebih optimal," kata Julita. Pengelolaan yang optimal tersebut bertujuan agar keandalan sistem tetap terjaga sekaligus memberikan potensi efisiensi biaya penyediaan listrik.
Anak usaha PLN Indonesia Power, PLN Indonesia Power Services (PLN IP Services), juga menjalin kolaborasi dengan PT ABB Sakti Industri. Kerja sama ini berfokus pada penguatan layanan pemeliharaan dan pengadaan generator, motor, serta Variable Speed Drive (VSD)/inverter.
Sinergi tersebut menggabungkan pengalaman PLN IP Services dengan teknologi dan kompetensi teknis ABB. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keandalan serta memperpanjang keberlanjutan operasi aset pembangkitan.
Selain itu, PLN IP Services menggandeng PT Barata Indonesia (Persero) dan Technofit Sdn Bhd dalam pengembangan Pusat MRO Turbin dan Rotating Equipment di Plant PKT Cilegon. Kolaborasi ini mencakup pekerjaan MRO, pengembangan produk kelistrikan, peningkatan TKDN, alih teknologi, serta pengembangan kompetensi SDM.
Dalam kerja sama ini, PLN IP Services berperan sebagai integrator solusi dan kontraktor lapangan. Sementara itu, Barata Indonesia memperkuat kapabilitas heavy workshop dan manufaktur, sedangkan Technofit mendukung teknologi, pengalaman teknis, dan jaringan internasional.
Melalui tiga kolaborasi tersebut, PLN Indonesia Power Group membangun ekosistem energi yang semakin terintegrasi dari pengembangan energi bersih hingga penguatan teknologi nasional. Pengembangan kapabilitas MRO ini juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan pemeliharaan turbin sekaligus membuka peluang layanan nasional masuk ke pasar Asia Pasifik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....