Pertamina Kilang Balongan Uji Olah Minyak Jelantah Jadi Produk Bernilai Tinggi
- 10 Sep 2026 17:23 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Indramayu – PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan mulai melakukan uji coba pengolahan minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) menjadi produk bernilai tinggi, seperti Propylene, LPG, dan Gasoline. Uji coba tersebut dilakukan pada Unit Residue Catalytic Cracking (RCC) Kilang Balongan sebagai bagian dari inovasi hijau dan komitmen perusahaan mendukung transisi energi nasional.
Minyak jelantah yang berasal dari minyak goreng bekas rumah tangga maupun industri berpotensi mencemari lingkungan apabila dibuang secara sembarangan. Pemanfaatan limbah tersebut menjadi bahan baku energi menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional Biohidrokarbon 2026 di lingkungan Pertamina.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, bersama Direktur Operasi Kilang PT Pertamina Patra Niaga, Didik Bahagia, meninjau langsung Unit RCC, pertangkian, serta fasilitas penerimaan dan pengolahan minyak jelantah di Kilang Balongan, Rabu 9 September 2026.
Ia mengatakan, hingga 9 September 2026, minyak jelantah yang diinjeksikan ke Unit RCC untuk diolah menjadi produk green gasoline telah mencapai level 5 persen. “Ukuran keberhasilan uji coba ini bukan hanya tercapainya persentase injeksi, namun juga harus mengutamakan aspek keselamatan dan keandalan operasi sebagai prioritas utama,” ujarnya dikutip dari rilis PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan.
Ia menambahkan, pencatatan data plant test secara lengkap dan akurat juga menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas produk yang dihasilkan selama proses uji coba. “Mari kita kawal ujicoba produk rendah karbon ini hingga selesai dan berhasil, guna membangun ekonomi sirkular melalui pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku energi,” katanya.
Menurutnya, Unit RCC Kilang Balongan memiliki kapasitas pengolahan mencapai 83 ribu barel per hari. Jika uji coba berhasil dan pengolahan minyak jelantah dapat dilakukan secara berkelanjutan, langkah tersebut dinilai berpotensi memberikan dampak besar terhadap produksi green gasoline sekaligus mendorong ekonomi sirkuler di sekitar lingkungan Pertamina.
Ia menilai pemanfaatan minyak jelantah juga dapat memberikan kontribusi terhadap pengurangan impor crude oil. Selain itu, proyek tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi Pertamina dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan swasembada energi.

Sementara itu, Direktur Operasi Kilang PT Pertamina Patra Niaga, Didik Bahagia, mengapresiasi soliditas perwira Kilang Balongan dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan uji coba tersebut. “Pengolahan perdana minyak jelantah di RU Balongan ini merupakan langkah nyata transformasi bisnis kilang dalam mendukung transisi energi dan pengembangan energi berkelanjutan,” katanya.
Ia berharap keberhasilan uji coba pengolahan minyak jelantah di Kilang Balongan dapat menjadi model yang diterapkan di unit-unit kilang Pertamina lainnya.
Pemanfaatan UCO diproyeksikan tidak hanya menghasilkan nilai tambah melalui produksi green gasoline, tetapi juga mengurangi limbah minyak jelantah dan ketergantungan terhadap bahan baku fosil. Langkah tersebut sekaligus memperkuat pengembangan ekonomi sirkuler dan ketahanan energi nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....