SPPG Jagara Kuningan Terapkan Standar Terbaik Kelola Limbah
- 31 Agt 2026 22:00 WIB
- Cirebon
Poin Utama
- SPPG Jagara menerapkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) portabel dalam mengelola limbah cair dari operasional Program Makan Bergizi Gratis.
- Penerapan teknologi IPAL portabel memastikan dapur gizi tetap menjaga aspek higienitas dan kebersihan operasional.
- Implementasi sistem pengolahan limbah ini bertujuan meminimalkan potensi pencemaran lingkungan dari aktivitas pengolahan makanan bergizi.
RRI.CO.ID, Kuningan - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, menerapkan sistem pengolahan limbah cair menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) portabel dalam operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pengelola menyebut penerapan IPAL tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan aktivitas dapur gizi tetap memenuhi aspek higienitas sekaligus meminimalkan potensi pencemaran lingkungan.
Mitra SPPG Jagara Kuningan, Deki, mengatakan IPAL yang digunakan telah memenuhi standar Badan Gizi Nasional (BGN) dan dinyatakan layak setelah melalui pemeriksaan tim Puskesmas setempat.
"Prinsipnya limbah dapur disaring terlebih dahulu melalui alat khusus. Saat air dialirkan ke saluran pembuangan akhir, kondisi air sudah 80 persen steril serta bebas dari gajih, minyak, maupun residu kotoran," ujar Deki kepada RRI, Minggu 31 Agustus 2026.
Menurut Deki, pengelolaan limbah tetap menjadi perhatian meskipun lokasi SPPG Jagara relatif jauh dari kawasan permukiman padat. Efektivitas sistem pengolahan limbah tersebut juga telah ditinjau oleh jajaran Satpol PP.
"Kami sangat peduli terhadap lingkungan. Berawal dari pencegahan pencemaran, operasional dapat terus berjalan lancar tanpa merugikan masyarakat," katanya.
Kepala SPPG Jagara Kuningan, Dandi Nainggolan, menjelaskan limbah cair dari aktivitas dapur terlebih dahulu melewati sistem penyaringan awal sebelum masuk ke unit IPAL portabel.
"Air limbah melewati empat boks penyaringan awal (SPAL), lalu ditarik ke unit IPAL portabel yang memiliki tiga sekat filtrasi tambahan. Di dalam unit portabel ini terdapat obat atau penjernih khusus, sehingga air yang keluar benar-benar bersih, jernih, dan tidak berbau," jelas Dandi.
Untuk menjaga kinerja instalasi, pengelola menerapkan perawatan berkala. Secara prosedural, perawatan IPAL dilakukan satu kali dalam sebulan. Namun, pembersihan di lapangan dilakukan lebih rutin dengan menyesuaikan aktivitas dapur.
"Secara prosedur berkala, perawatan IPAL dilakukan sebulan sekali. Namun di lapangan, petugas keamanan kami berdayakan untuk pembersihan rutin tiga hari sekali atau seminggu sekali menyesuaikan beban dapur," ujarnya.
Selain pengelolaan limbah cair, SPPG Jagara juga melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam mendukung operasional dapur gizi.
Untuk kebutuhan bahan pangan, pengelola bekerja sama dengan BUMDes Desa Darma dalam penyediaan beras dan sayur-mayur segar. Kebutuhan dapur lainnya juga diprioritaskan dari UMKM dan pedagang di sekitar lokasi.
Sementara sampah organik berupa sisa sayuran dan limbah dapur ditangani oleh BUMDes Jagara. Sampah tersebut dipilah dan dijemput secara berkala untuk dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak.
Deki mengatakan pengelola juga menerapkan pengawasan mutu terhadap bahan pangan yang dipasok oleh mitra. Setiap bahan yang dinilai tidak memenuhi standar akan dikembalikan kepada pemasok.
"Kami menerapkan kesepakatan tegas dengan penyedia bahan. Jika ada bahan pangan yang kurang segar atau tidak layak konsumsi, wajib diretur dalam waktu 24 jam untuk diganti yang baru," kata Deki.
Pengelola menyatakan penerapan standar lingkungan dan pengawasan bahan pangan dilakukan untuk menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat MBG.
"Alhamdulillah, anak-anak dan sekolah penerima manfaat sangat menyukai menu-menu yang diracik oleh tim SPPG kami. Kami akan terus menjaga konsistensi ini," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....