Pertamina Balongan Tanam 11 Ribu Mangrove di Pesisir Indramayu
- 29 Jul 2026 18:58 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Indramyu - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan bersama unit bisnis Pertamina menggelar aksi penanaman 11.000 bibit mangrove jenis Rhizophora dan bersih pantai di Pantai Eretan Blok Kalimenir, Kabupaten Indramayu, Rabu, 29 Juli 2026. Aksi memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026 ini mengusung tema "Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang".
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu bersama Asosiasi Lembaga Peduli Lingkungan, Pegiat Lingkungan Indramayu, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, dunia pendidikan, serta perusahaan daerah. Langkah ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan kawasan pesisir Pantai Utara Jawa dari ancaman abrasi, perubahan iklim, dan penurunan kualitas lingkungan.
Ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, pelajar SD hingga SMA/SMK, komunitas lingkungan, serta pekerja Pertamina turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Dari Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan, aksi diikuti oleh Perwira dan Mitra Kerja dari Fungsi HSSE Bagian Environment.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Dedi Agus Permadi, mengapresiasi keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, khususnya sektor industri dan BUMN. "Kolaborasi lintas sektor seperti inilah yang menjadi kunci utama pelestarian ekosistem Pantai Utara Jawa demi mengamankan masa depan generasi mendatang," ujar Dedi.
Dedi menjelaskan hutan mangrove memiliki peran strategis dalam melindungi garis pantai dari abrasi, gelombang ekstrem, serta mengurangi intrusi air laut. Selain menyerap emisi karbon dan menjaga kualitas air, ekosistem mangrove juga memberikan manfaat ekonomi melalui pengembangan perikanan dan ekowisata berbasis masyarakat.
Section Head Environment PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan, Muhammad Nur Hidayat, menegaskan keterlibatan aktif pekerja merupakan bentuk komitmen operasional yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. "Bagi Pertamina, mangrove bukan sekadar vegetasi pelindung pantai, tetapi merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan ekosistem pesisir," kata Hidayat.
"Melalui aksi penanaman mangrove dan bersih pantai ini, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan industri dapat berjalan berdampingan dengan upaya pelestarian lingkungan demi keberlanjutan wilayah pesisir Indramayu," ucap Hidayat. Komitmen tersebut diwujudkan secara berkelanjutan melalui program Community Involvement and Development (CID) yang berfokus pada konservasi dan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu program unggulan yang telah dikembangkan adalah pengembangan Ekowisata Mangrove Karangsong. Berawal dari rehabilitasi lahan pesisir yang terdegradasi, kawasan tersebut kini berkembang menjadi salah satu pusat konservasi mangrove terbesar di Indonesia bagian barat.

Kawasan Ekowisata Mangrove Karangsong saat ini berfungsi sebagai pusat edukasi, penelitian, dan destinasi wisata berbasis lingkungan yang dikelola bersama masyarakat. Pertamina juga mendorong lahirnya nilai tambah ekonomi melalui Program Budidaya dan Pengolahan Produk Turunan Mangrove bersama Kelompok Jaka Kencana.
Melalui program tersebut, buah mangrove jenis pidada diolah oleh masyarakat menjadi berbagai produk bernilai ekonomi seperti sirup, dodol, nastar, hingga kopi mangrove. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, tetapi juga memperkuat kesadaran bahwa konservasi lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan.
Secara terpisah, Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan, Nurhidayanto, menegaskan pentingnya momentum Hari Mangrove Sedunia. "Penanaman mangrove dan aksi bersih pantai yang kami lakukan bersama seluruh unit bisnis Pertamina hari ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan," ujar Nurhidayanto.
"Kami percaya bahwa perlindungan pesisir tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat," kata Nurhidayanto. Sinergi ini diharapkan terus memperkuat ketahanan lingkungan pesisir Indramayu secara jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....