Kemenag Kabupaten Cirebon Fasilitasi Edukasi Spiritual bagi 15 Warga Binaan

  • 25 Jul 2026 20:59 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Sebanyak 15 peserta program pendampingan wawasan kebangsaan mengikuti dialog bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon di Aula Kemenag, Selasa, 21 Juli 2026. Kegiatan yang merupakan kolaborasi dengan Densus 88 AT Polri ini mengedepankan pendekatan personal guna memperkuat pemahaman kebangsaan, memberikan pencerahan batin, serta menumbuhkan rasa aman agar para peserta semakin mantap menjadi bagian utuh dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kali ini, bahasan berfokus pada pemulihan spiritual dan penguatan jati diri sebagai warga negara yang moderat. Sebanyak 15 eks narapidana terorisme hadir untuk mengikuti sesi yang mengombinasikan materi wawasan kebangsaan dengan manajemen kalbu.

Perwakilan Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon, Ahmad Khaliq, menyampaikan bahwa kehadiran para peserta merupakan anugerah yang harus disyukuri sebagai langkah bersama menuju kehidupan yang lebih harmonis. "Pertemuan dan kehadiran para peserta hari ini adalah anugerah besar yang patut kita syukuri bersama,” katanya dikutip dari rilis Kemenag Kabupaten Cirebon.

“Ini menjadi langkah nyata kita untuk saling merangkul, membuka ruang dialog, dan membangun keselarasan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari," ujarnya.

Sementara itu, Kanit Idensos Satgaswil Jabar Densus 88 AT Polri, Satori, mengajak para peserta untuk melakukan tazkiyatun nufus atau pembersihan jiwa sebagai langkah awal menata kembali masa depan. Ia menyoroti pentingnya mengenali musuh internal dalam diri, yakni hawa nafsu yang sering kali mendorong seseorang menerobos batasan moral.

"Kita harus belajar mengalah untuk menang dan jangan mudah tersinggung. Jadikan setiap hinaan atau ujian sebagai sarana menata hati dan ladang ibadah kita," ujarnya.

Salah seorang peserta, Faesal, turut ingatkan rekan-rekannya tentang konsep "Orang Mubarak" atau individu yang diberkati. Seorang yang Mubarak adalah mereka yang kehadirannya memberikan dampak positif bagi sekitar, mampu menahan diri saat terjadi perselisihan, serta memiliki sifat pemaaf sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

"Seorang individu yang Mubarak adalah sosok yang keberadaannya selalu menghadirkan kemanfaatan, ketenangan, serta kedamaian bagi orang-orang di sekitarnya. Ketika ada gesekan, ia sanggup menahan diri, melapangkan dada, dan memilih jalan pemaaf," katanya.

Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon memposisikan diri bukan sekadar sebagai instansi yang memberikan berbagai layanan administratif, melainkan juga rumah bagi semua golongan untuk berkonsultasi dan bermusyawarah. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen instansi dalam menghadirkan pelayanan yang menyentuh akar permasalahan sosial melalui berbagai langkah pendekatan yang menyejukkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....