Pemilahan Sampah dari Rumah Dinilai Jadi Kunci Keberhasilan TPS 3R
- 30 Agt 2026 14:50 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Keberhasilan pengelolaan sampah melalui sistem Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) dinilai tidak hanya bergantung pada fasilitas pengolahan, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah. Pegiat Lingkungan dan Praktisi Pengelolaan Sampah dengan Sistem TPS 3R di Kabupaten Cirebon, Khusaeri, mengatakan masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan sampah.
Menurutnya, sampah yang telah dipilah sejak dari sumber akan memudahkan proses pengolahan di TPS 3R. “Menurut saya dua-duanya penting, Pak. Pada dasarnya TPS 3R itu tetap membutuhkan kesadaran atau keikutsertaan warga, karena warga yang memilah sampah dari rumah akan memudahkan tim di tempat pengolahan sampah untuk memprosesnya,” kata Khusaeri dalam program Green Radio RRI Cirebon, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, masyarakat dapat mulai memilah sampah menjadi organik dan nonorganik sebelum sampah diangkut petugas. Sampah yang memiliki nilai ekonomi seperti botol plastik, logam, dan bahan lainnya juga dapat dikumpulkan untuk dijual kembali.
Ia mencontohkan penerapan bank sampah yang pernah dilakukan dengan menimbang sampah bernilai ekonomi milik warga. Hasil penjualan tersebut kemudian dapat diperhitungkan dengan iuran kebersihan masyarakat.
“Jadi, ibu-ibu atau warga yang sampahnya sudah dipilah dari rumah, kalau ada barang-barang yang punya nilai seperti kresek, botol, logam dan lainnya, sebelum masuk ke bak sampah akan kita timbang dulu. Hasilnya dicatat dan diakumulasi setiap bulan, kemudian bisa digunakan untuk membayar iuran kebersihan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pemilahan sampah dapat dilakukan meskipun di lingkungan tempat tinggal belum tersedia tempat sampah terpisah. Masyarakat dapat menggunakan wadah berbeda secara mandiri untuk menampung sampah organik dan nonorganik.
Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat menjadi kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah. Ia mendorong masyarakat untuk tidak menjadikan keterbatasan fasilitas sebagai alasan untuk mencampur seluruh sampah.
Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan menjaga kebersihan sejak dini. Edukasi tersebut dinilai lebih efektif apabila dilakukan secara konsisten melalui lingkungan pendidikan.
“Kita kalau mengedukasi orang atau masyarakat yang sudah senior itu agak susah, makanya kita kalau bisa memutus generasi penyampah mulai dari anak-anak usia dini. Harapannya, dari PAUD, SD, SMP sampai SMA mereka selalu diedukasi untuk sadar lingkungan dengan prinsip lihat, pungut, buang,” katanya.
Ia berharap kebiasaan memilah sampah dari rumah dapat menjadi budaya masyarakat. Dengan demikian, keberadaan TPS 3R tidak hanya menjadi tempat pengolahan sampah, tetapi juga bagian dari sistem pengelolaan lingkungan yang melibatkan masyarakat secara aktif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....