UMKM Difabel Lemahabang Andalkan Kafe Inklusi Perluas Pemasaran Produk
- 05 Jul 2026 16:11 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Kelompok Difabel Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, terus memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui peningkatan kapasitas anggota serta pembangunan kafe inklusi. Upaya tersebut dilakukan agar produk hasil karya penyandang disabilitas memiliki pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.
Ketua Kelompok Difabel Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Dading Syarifudin, mengatakan para anggota kelompok telah beberapa kali mengikuti pelatihan dan workshop dari dinas terkait. Pelatihan tersebut memberikan pengetahuan mengenai pengemasan produk, branding, hingga pengembangan usaha.
"Workshop pernah kami ikuti. Dari situ teman-teman belajar membuat branding dan pengemasan produk agar lebih menarik," ujarnya Dading kepada RRI Sabtu, 4 Juli 2026.
Ia menjelaskan, salah satu UMKM yang telah berkembang berada di Desa Tuk dengan nama UMKM Berkah. Produk unggulan yang dipasarkan adalah minuman jahe tanpa ampas yang menjadi salah satu produk dengan permintaan cukup tinggi di masyarakat.
Meski demikian, Dading mengakui pengembangan usaha masih menghadapi sejumlah kendala. Selain membangun konsistensi anggota dalam menjalankan produksi, kelompok juga masih mengalami keterbatasan bahan baku jahe merah dan peralatan produksi.
Menurutnya, berbagai tantangan tersebut perlahan mulai diatasi melalui pengelolaan hasil usaha secara mandiri. Pendapatan yang diperoleh anggota sebagian digunakan untuk melengkapi peralatan produksi sehingga kapasitas usaha terus meningkat.
"Sekarang teman-teman sudah merasakan manfaatnya. Yang dulu belum bisa membuat minuman rempah sekarang sudah bisa, yang tadinya belum pernah berjualan sekarang sudah berani memasarkan produknya," katanya.
Dading menuturkan, pembangunan kafe inklusi menjadi salah satu strategi untuk menjaga semangat anggota sekaligus membuka ruang pemasaran produk UMKM difabel. Keberadaan kafe di lingkungan kantor kecamatan juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri penyandang disabilitas melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan pemerintah.
Ke depan, ia menargetkan seluruh kelompok difabel di desa-desa Kecamatan Lemahabang dapat memasarkan produk mereka melalui kafe inklusi. Selain itu, ia mengajak penyandang disabilitas untuk tidak takut mencoba, berwirausaha, dan bersosialisasi karena pengalaman serta keberhasilan hanya dapat diraih dengan keberanian untuk memulai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....