Kelompok Difabel Lemahabang Perkuat Kolaborasi Kembangkan UMKM Inklusif

  • 05 Jul 2026 15:54 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Kelompok Difabel Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan usaha bersama dan meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas. Dukungan tersebut datang dari Forum Komunikasi Disabilitas, pemerintah kecamatan, hingga sejumlah organisasi perangkat daerah.

Ketua Kelompok Difabel Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Dading Syarifudin, mengatakan komunikasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Cirebon telah terjalin melalui Forum Komunikasi Disabilitas. Menurutnya, respons yang diberikan cukup positif dan menjadi penyemangat bagi kelompok difabel untuk terus berkembang.

"Tanggapannya sangat positif. Ibu Dinas Sosial juga memberikan motivasi dan bantuan secara pribadi, bahkan insyaallah dalam waktu dekat akan berkunjung ke sini,"ujarnya kepada RRI Sabtu, 4 Juli 2026.

Selain Dinas Sosial, Pemerintah Kecamatan Lemahabang juga aktif mendampingi proses pengembangan kafe inklusi yang sedang dirintis. Namun, hingga saat ini kelompok difabel belum memperoleh dukungan anggaran resmi dari pemerintah desa maupun melalui proposal pemerintah.

Meski demikian, kelompok difabel telah mendapatkan pendampingan dari perangkat daerah lain, khususnya dalam pengembangan UMKM. Dinas Perindustrian dan Perdagangan turut membantu proses pembinaan, mulai dari pengurusan sertifikasi halal hingga mengikutsertakan produk kelompok difabel dalam berbagai kegiatan bazar.

Tidak hanya berfokus pada usaha kuliner dan budidaya ikan, kelompok difabel juga mengembangkan berbagai produk kerajinan berbahan daur ulang. Beberapa di antaranya berupa kertas dari pelepah pisang, tempat tisu, kerajinan kulit, dompet, hingga gantungan kunci yang diproduksi menggunakan mesin laser.

Dading menjelaskan, peningkatan keterampilan anggota juga terus dilakukan melalui pelatihan yang difasilitasi pemerintah. Sejumlah anggota sebelumnya telah mengikuti pelatihan dari Dinas Tenaga Kerja dan dalam waktu dekat akan kembali mendapatkan pelatihan lanjutan untuk mengembangkan produk kerajinan kulit.

"Tantangan terbesar itu mengajak teman-teman difabel agar berani keluar dan beraktivitas. Selain itu, masih ada keluarga yang awalnya menyembunyikan anggota keluarganya yang difabel sehingga proses pendataan membutuhkan waktu cukup lama,"katanya.

Ia menuturkan, pembentukan kelompok difabel di Kecamatan Lemahabang juga tidak terlepas dari dukungan Forum Komunikasi Difabel Cirebon. Forum tersebut mendampingi proses advokasi hingga kelompok difabel memperoleh legalitas melalui Peraturan Desa (Perdes).

Menurut Dading, keberadaan kelompok difabel diharapkan mampu membuka ruang berkarya sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para penyandang disabilitas. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, ia berharap program pemberdayaan ekonomi yang tengah dirintis dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi anggotanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....