Kelompok Difabel Lemahabang Rintis Kafe Inklusi dan UMKM Bersama
- 05 Jul 2026 15:49 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Kelompok Difabel Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, terus mengembangkan pemberdayaan ekonomi anggotanya melalui berbagai usaha produktif. Salah satu program yang sedang dirintis ialah pembangunan kafe inklusi yang menjadi pusat pemasaran produk UMKM dari kelompok difabel di sejumlah desa.
Ketua Kelompok Difabel Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Dading Syarifudin, mengatakan kelompok difabel di tingkat kecamatan baru terbentuk sekitar dua tahun lalu. Sementara kelompok difabel di tingkat desa telah lebih dahulu berdiri, dengan usia organisasi bervariasi mulai enam bulan hingga empat tahun.
"Kalau untuk di kecamatannya sendiri baru terbentuk dua tahun. Kalau di desa-desa sudah lebih dulu, ada yang empat tahun, tiga tahun, dan ada juga yang baru enam bulan," ujarnya Dading kepada RRI Sabtu, 4 Juli 2026.
Saat ini terdapat sekitar 65 anggota kelompok difabel di Desa Tuk, 70 anggota di Desa Lemahabang, dan sekitar 50 anggota di Desa Belawa. Masing-masing kelompok telah mengembangkan usaha sesuai potensi daerahnya, seperti minuman rempah, kerajinan dari limbah, hingga olahan hasil perikanan.
Menurut Dading, tantangan terbesar yang dihadapi para pelaku UMKM difabel ialah pemasaran produk. Karena itu, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan agar halaman kantor kecamatan dapat dimanfaatkan sebagai lokasi kafe inklusi sekaligus etalase produk anggota.
"Jadi sekarang kami sedang merintis kafe inklusi agar teman-teman yang punya produk bisa memasarkannya di sini. Selain itu juga sedang membuat kolam ikan sebagai usaha bersama untuk anggota difabel,"katanya.
Ia menambahkan, pembangunan kafe inklusi telah dipersiapkan selama sekitar dua bulan dan direncanakan mulai beroperasi dalam waktu dekat. Konsep yang diusung juga mengedepankan pengelolaan lingkungan, di antaranya memanfaatkan limbah organik sebagai pakan ikan maupun bahan pupuk organik cair.
Dading menjelaskan, modal pembangunan kafe masih berasal dari kas kelompok difabel Desa Lemahabang dan Desa Tuk yang digabungkan, serta dukungan sejumlah pihak secara pribadi. Ke depan, pihaknya berencana mengusulkan bantuan anggaran melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan agar pengembangan usaha bersama tersebut dapat berjalan lebih optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....