Kemenag Cirebon Perkuat Nasionalisme dan Moderasi Beragama di Madrasah
- 07 Mei 2026 02:15 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon melakukan pembinaan dalam rangka penguatan nilai nasionalisme dan moderasi beragama. Pembinaan ini salah satunya dilakukan di MTsN 3 Cirebon pada Rabu, 6 Mei 2026.
Kepala MTsN 3 Cirebon, Dewi Rachmawati, menekankan pentingnya penguatan karakter siswa. Hal ini agar tidak mudah terpengaruh oleh arus informasi negatif maupun paham keagamaan yang menyimpang.
“Penguatan nasionalisme, mencintai tanah air, serta tekun belajar menjadi bagian dari upaya mengisi kemerdekaan. Kami berharap siswa MTsN 3 Cirebon memiliki sikap moderasi beragama yang kuat sehingga tidak mudah terprovokasi,” katanya dikutip dari rilis Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon.
Kegiatan ini menghadirkan Tim Satgaswil Jabar Densus 88 Antiteror Polri. Selain itu juga penyuluh agama lintas agama sebagai bentuk sinergi dalam menjaga ketahanan moral peserta didik di tengah tantangan era digital.
Dalam sesi materi, AKP Iwan Supriyadi mengingatkan bahwa media sosial dapat menjadi pintu masuk penyebaran paham radikalisme jika tidak disikapi secara bijak. “Jika sudah masuk ke dalam kelompok tertentu, langkah awal yang harus dilakukan adalah berani keluar dan berbicara dengan orang terdekat,” ujarnya.
“Anak-anak SMP saat ini banyak terpapar hal yang kurang baik dari media sosial. Awal radikalisme sering muncul dari rasa ingin tahu terhadap hal negatif yang kemudian diarahkan ke ranah yang merugikan,” katanya.
Sementara itu, Bripka Teguh Halim menambahkan bahwa sejumlah platform digital, termasuk permainan daring, dapat disalahgunakan sebagai sarana penyebaran pesan ekstremis.
“Bukan berarti gamenya yang dilarang, tetapi ada potensi penyalahgunaan untuk menyebarkan simbol atau pesan ekstremis,” katanya. “Anak-anak harus hati-hati, jangan mudah tergoda ajakan yang mencurigakan, dan segera melapor jika menemukan hal yang tidak wajar,” ucapnya.
Penguatan nilai nasionalisme juga disampaikan oleh penyuluh agama Kristen Kankemenag Kabupaten Cirebon, Yusach Dani, yang mengajak siswa untuk bijak dalam bermedia sosial serta menjunjung tinggi toleransi. “Tugas kita bersama adalah memunculkan nasionalisme dengan tidak menyebarkan hoaks serta menanamkan sikap moderasi beragama dan saling menghargai perbedaan,” ujarnya.
Pembinaan dilanjut oleh Penyuluh Agama Katolik; Johanes Karjono yang membahas tentang DNA is The Best; serta Penyuluh Agama Kristen, Marito Silalahi yang membahas tentang Kasih sayang dalam toleransi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat moderasi beragama serta menangkal paham radikalisme di lingkungan pendidikan. Siswa madrasah diharapkan mampu menjadi generasi yang cinta tanah air, berakhlak mulia, serta memiliki pemahaman keagamaan yang moderat dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....