Desa Jagara Kabupaten Kuningan Resmi Jadi Desa Ekosistem Keuangan

  • 02 Sep 2026 16:15 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Desa penyangga destinasi wisata dinilai memiliki peran penting dalam memastikan perkembangan pariwisata dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong agar aktivitas wisata tidak hanya mendatangkan pengunjung, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi yang tinggal dan dirasakan masyarakat desa.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan masyarakat desa perlu mendapatkan ruang untuk menjadi bagian dari rantai ekonomi yang terbentuk dari aktivitas pariwisata. Pengembangan destinasi wisata menurutnya harus berjalan bersama dengan peningkatan kapasitas masyarakat dan pelaku usaha.

“Pariwisata bukan hanya bagaimana orang datang, tetapi bagaimana ketika orang datang ada nilai ekonomi yang tinggal di desa dan dirasakan masyarakat,” ujar Herman.

Hal tersebut disampaikan Herman dalam peresmian Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan sebagai Desa Ekosistem Keuangan Inklusif atau Desa EKI pada Festival BUMDes Jawa Barat 2026 pada Minggu, 30 Agustus 2026. Ia menyebut Desa Jagara merupakan salah satu desa penyangga Waduk Darma yang memiliki aktivitas ekonomi masyarakat di sektor kuliner, perdagangan, jasa, UMKM, dan BUMDes.

Herman juga menekankan pentingnya kemampuan masyarakat dalam mengelola pendapatan yang diperoleh dari aktivitas ekonomi. Literasi keuangan diperlukan agar peningkatan pendapatan dapat dikelola dengan baik dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan.

“Pendapatan perlu ditingkatkan, tetapi pengeluaran juga harus dikelola. Karena itu, literasi keuangan menjadi penting agar peningkatan pendapatan benar-benar bermuara pada peningkatan kesejahteraan,” ujar Herman.

Baca juga: OJK Cirebon Resmikan Desa Jagara Jadi Desa Ekosistem Keuangan Inklusif

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan pengembangan Desa Jagara sebagai Desa EKI diarahkan untuk memperkuat keterhubungan antara potensi ekonomi lokal dengan literasi dan akses keuangan. Menurutnya, keberadaan wisata, BUMDes, UMKM, dan usaha masyarakat menjadi modal yang dapat dikembangkan melalui ekosistem keuangan.

“Di Jagara sudah ada potensi wisata, BUMDes, UMKM dan aktivitas ekonomi masyarakat. Ini yang kemudian kita perkuat dengan ekosistem keuangan, sehingga potensi yang sudah ada dapat berkembang lebih optimal,” ujar Agus.

Penguatan tersebut diharapkan dapat membuka akses masyarakat dan pelaku usaha terhadap layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Dengan demikian, aktivitas pariwisata di sekitar Waduk Darma dapat memberikan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Desa Jagara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....