Ketepatan Sasaran Tentukan Efektivitas Program MBG
- 22 Apr 2026 12:42 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Ketepatan sasaran menjadi faktor utama dalam menentukan efektivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dalam upaya menekan angka stunting. Program ini dinilai harus difokuskan pada wilayah yang benar-benar membutuhkan agar manfaatnya optimal.
Pengamat kebijakan IDP-LP, Riko Noviantoro, menilai kebijakan MBG tidak bisa diukur secara sederhana tanpa indikator yang jelas. Salah satu indikator penting adalah kesesuaian antara lokasi program dengan kondisi penerima manfaat.
“Ya, kalau untuk mengukur ketepatan sebuah kebijakan, tentu memang tidak bisa dengan narasi yang cukup sederhana ya, karena ada indikator yang kita harus lakukan. Satu diantaranya adalah ketepatan atau kita sebutnya dengan faktual dan realistis,” ujarnya kepada RRI, Rabu, 21 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa program MBG akan kurang efektif jika diterapkan di wilayah yang relatif sudah tercukupi kebutuhan gizinya. Sebaliknya, program akan tepat sasaran jika difokuskan pada daerah rawan malnutrisi dan wilayah tertinggal.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pemetaan wilayah secara detail sebelum pelaksanaan program. Hal ini bertujuan agar kebijakan benar-benar menyentuh kelompok yang membutuhkan.
“Namun demikian, saya sih pengen mengingatkan agar program-program perluasan MBG ini menjadi lebih tepat dengan mengukur, dengan memulai pada titik penerima yang tepat, tidak lagi pada wilayah-wilayah dan daerah-daerah yang kita anggap cukup baik,” katanya.
Dengan pendekatan yang tepat, program MBG diharapkan mampu memberikan dampak signifikan dalam penurunan angka stunting. Evaluasi berkelanjutan juga diperlukan agar kebijakan tetap relevan dengan kondisi di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....