Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Siapkan Langkah Atasi Gulma di program PM-AAS

  • 01 Agt 2026 20:50 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Penerapan Program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kabupaten Cirebon dinilai memiliki sejumlah tantangan teknis yang harus dipersiapkan sejak awal. Tantangan tersebut meliputi peningkatan kebutuhan benih dan pupuk, hingga risiko maraknya pengendalian gulma akibat pola tanam yang lebih rapat.

Menghadapi kendala tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi secara terukur. Upaya ini dilakukan agar target peningkatan produktivitas padi di wilayah tersebut tetap dapat tercapai secara optimal.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Dr. H. Deni Nurcahya, S.T., M.Si., mengatakan sistem PM-AAS membutuhkan benih lebih banyak dibandingkan metode persemaian konvensional karena menggunakan pola tanam yang lebih rapat. Kondisi tersebut juga menyebabkan kebutuhan unsur hara dan pengendalian gulma menjadi lebih besar.

"Kebutuhan benih untuk satu hektare lahan dengan sistem persemaian biasa berkisar antara 25 sampai 30 kilogram. Jumlah tersebut meningkat signifikan pada sistem PM-AAS yang membutuhkan hingga 70 kilogram benih karena menerapkan kerapatan tanam tinggi." ujar Deni.

Baca juga: Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Siapkan CPCL Program PM-AAS 2026

Ia menjelaskan pemerintah telah mengantisipasi kebutuhan pupuk melalui penambahan data e-RDKK agar alokasi pupuk bersubsidi dapat disesuaikan dengan kebutuhan petani peserta program. Sementara itu, bantuan benih untuk pelaksanaan PM-AAS akan disalurkan oleh Kementerian Pertanian, meskipun sebagian petani memilih membeli dan menanam benih secara mandiri.

Selain kebutuhan sarana produksi, Deni menilai pertumbuhan gulma menjadi tantangan lain yang harus dihadapi dalam penerapan PM-AAS. Menurutnya, populasi tanaman yang lebih rapat berpotensi meningkatkan pertumbuhan gulma sehingga pengendalian harus dilakukan sejak sebelum penanaman.

"Dengan sistem PMAAS ini tanaman rapat, pasti gulmanya banyak. Makanya kita harus antisipasi dengan herbisida pratanam supaya menekan tumbuhnya gulma," ucap Deni.

Baca juga: Terapkan PM-AAS, Kabupaten Cirebon Targetkan Panen 9 - 12 Ton Padi per hektare

Ia menambahkan Dinas Pertanian juga akan melakukan percontohan penanaman seluas dua hektare di wilayah timur Kabupaten Cirebon sebagai upaya membuktikan efektivitas PM-AAS di lapangan. Hasil dari demplot tersebut nantinya akan menjadi bahan sosialisasi kepada petani agar penerapan teknologi pertanian modern semakin mudah diterima dan dikembangkan di berbagai wilayah Kabupaten Cirebon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....