Perjalanan Arise Budiman Menjadi Atlet NPCI Majalengka

  • 12 Apr 2026 15:17 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Perjalanan menjadi atlet tidak selalu berjalan mudah, seperti yang dialami Atlet Angkat Berat NPCI Kabupaten Majalengka, Arise Budiman. Ia memulai kariernya sejak bergabung dengan NPCI Majalengka pada tahun 2017 dengan berbagai keterbatasan fasilitas latihan.

Pada masa awal latihan, Arise mengaku harus berjuang keras karena belum tersedianya alat pendukung di daerahnya. Ia bahkan harus pergi ke Bandung untuk mencoba alat pertandingan yang sesuai standar.

“Kalau misalkan untuk perjalanan saya sampai sekarang ini bisa dibilang itu gampang-gampang susah, karena di Majalengka waktu dulu belum ada fasilitas sama sekali untuk latihan,” ujarnya kepada RRI Sabtu, 11 April 2026. Kondisi tersebut membuatnya harus beradaptasi dengan berbagai keterbatasan yang ada.

Ia juga menceritakan bahwa untuk meningkatkan kemampuan, dirinya harus menempuh perjalanan jauh menggunakan sepeda motor. “Kalau mau tes angkatan, saya bisa satu bulan sekali atau dua kali ke Bandung naik motor untuk mencari ilmu,” ucapnya.

Menurut Arise, olahraga angkat berat tidak hanya sekadar mengangkat beban, tetapi membutuhkan teknik yang tepat dan alat yang sesuai standar pertandingan. Ia menilai adanya perbedaan signifikan antara alat di gym biasa dan alat resmi untuk kompetisi parapowerlifting.

“Dengan angkat berat itu nggak cuma asal ngangkat, ada tekniknya, dan alat standar gym dengan alat pertandingan atlet parapowerlifting itu memang beda,” katanya. Proses adaptasi saat menggunakan alat pertandingan pun menjadi tantangan tersendiri baginya.

Sebelum terjun ke dunia angkat berat, Arise mengaku hanya memiliki latar belakang olahraga renang saat masih duduk di bangku SMP. Setelah lulus sekolah, ia sempat mencoba berwirausaha dengan membuka bisnis konter ponsel sebelum akhirnya menemukan jalan menjadi atlet.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....