Tunggakan Rp27 Miliar, PDAM Biak Tagih Kesadaran Pelanggan

  • 02 Okt 2026 12:58 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Masyarakat pelanggan air bersih PDAM Biak yang menunggak diharapkan memiliki kesadaran untuk menyelesaikan tunggakan, sehingga tidak menghambat operasional perusahaan.

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Biak Numfor, Sarles Makuker mengemukakan, tantangan utama yang dihadapi perusahaan saat ini adalah piutang yang mencapai Rp27 miliar dari 8.000 pelanggan air bersih yang aktif di Biak.

Dikatakan, jumlah pelanggan aktif kini susut dari 12.000 menjadi 8.000 pelanggan. Piutang terakumulasi sejak masa transisi kepemimpinan lama hingga saat ini.

"Banyak pelanggan mengabaikan kewajiban pembayaran air, padahal air adalah kebutuhan utama masyarakat,” ujar Sarles Makuker, Rabu 1 Oktober 2026.

Selain piutang, pelayanan PDAM juga terkendala akibat perawatan jaringan PLN selama hampir satu bulan, yang berdampak pada jadwal distribusi air bersih dari kota hingga ke pelosok.

Selaku Direktur PDAM Biak, Sarles Makuker berharap pelanggan air bersih tidak kecewa dan berjanji akan melayani sebaik mungkin setelah jadwal PLN kembali normal.

Untuk mengatasi tunggakan, PDAM Biak terus berupaya menawarkan program reduksi cicilan untuk meringankan beban pelanggan, disesuaikan dengan sistem aplikasi pembayaran yang telah diluncurkan sejak 20 Januari 2026.

“Bagi pelanggan yang menunggak 2 hingga 3 bulan, pasti dikenakan sanksi, bahkan bisa dilakukan pemutusan pipa air dan itu telah sesuai kesepakatan antara pelanggan dan PDAM,” ujarnya.

Sementara Kepala Bagian Hubungan Langganan dan Pemasaran PDAM Biak Numfor, Costan Malo mengatakan, pelanggan air bersih hendaknya memiliki kesadaran menyelesaikan tunggakan tepat waktu setiap tanggal 20 agar tidak dikenakan denda.

Selain itu, pelanggan diminta menggunakan air bersih sesuai kebutuhan dan tidak membuang-buang air, sehingga nilai tunggakan sesuai dengan pemakaian harian.

"Kami harap pelanggan memperhatikan keran air agar dimatikan setelah digunakan. Bagi pelanggan yang sudah dinonaktifkan, diharapkan segera datang ke kantor PDAM untuk menyelesaikan tunggakan agar sambungan dapat diaktifkan kembali,” ujar Costan Malo.

PDAM berencana mengembangkan pelayanan ke sudut-sudut kota yang belum terlayani jika dana piutang dapat terkumpul.

Direktur PDAM Biak, Sarles Makuker menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang terus memberikan dukungan terhadap PDAM terutama saat bertransformasi menjadi Perumda.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....