Perputaran Ekonomi FBMW 2026 Capai Rp3,6 Miliar, Dengan Total 7.413 Pengunjung

  • 09 Jul 2026 14:20 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID,Biak – Kepala Dinas Pariwisata Biak Numfor, Turbey Onny Dageubun, menyampaikan Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) bukan sekadar perayaan budaya, melainkan instrumen nyata untuk menggerakkan ekonomi UMKM sekaligus merevitalisasi identitas budaya Biak demi kesejahteraan bersama.

“Tujuan utama pelaksanaan FBMW adalah mengemas aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya menjadi satu mata rantai yang menarik, sekaligus memberikan keuntungan ekonomi langsung bagi masyarakat. Budaya dan potensi wisata kita kini menjadi wajah baru yang mampu menopang kesejahteraan warga,”ujarnya.

Usai berlangsung selama tujuh hari penuh, mulai 1 hingga 7 Juli 2026, dengar rangkaian 12 acara di berbagai lokasi daya tarik wisata, FBMW berhasil menyedot total 7.413 pengunjung, yaitu 31 wisatawan mancanegara dari Jerman, Selandia Baru, Amerika Serikat, Belanda, Jepang dan Singapura, 201 wisatawan nusantara, dan 7.181 wisatawan lokal. Jenis kelamin: Laki-laki 41%, Perempuan 59%. Kelompok usia: Didominasi penduduk usia produktif dan pelajar/sekolah.

Ia menjelaskan selama 7 hari pelaksanaan, tercatat perputaran ekonomi mencapai Rp3.612.971.200, dengan rincian alokasi pendapatan:

- Bagi seniman dan talenta: Total Rp609.700.000 (Wor & Suling Tambur Rp150 juta, Parade Yospan Rp100 juta, Simponi Wampasi Rp10 juta, Hiburan Rp101 juta, Snap Mor Rp150.200.000, Tour Padaido Rp80 juta, Run Tour Rp18.000.500)

- Sektor usaha & jasa: Penjualan produk & produksi acara Rp189 juta, makanan & minuman Rp391.935.000, souvenir Rp138.200.000, transportasi lokal Rp161 juta, serta parkir, iklan dan lainnya Rp3.198.000

- Akomodasi: Okupansi hotel mencapai 61,23% dengan estimasi perputaran ekonomi sektor perhotelan mencapai lebih dari Rp2 miliar

Turbey menegaskan tidak terjadi pelarian modal (capital flight). "Sebesar 80% pendapatan berupa fresh money langsung diterima oleh pelaku usaha, seniman, budayawan, dan tenaga pendukung lokal di Biak Numfor," jelasnya.

Keberhasilan festival berkat dukungan luas dari berbagai pihak, yaitu total tenaga kerja terlibat: 1.632 orang (1.537 seniman, 2 kurator, 34 panitia, 45 SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, 14 tenaga vendor) – seluruhnya berasal dari sumber daya manusia lokal. Keterlibatan organisasi: 63 lembaga (43 UMKM, 6 asosiasi, 3 komunitas, 11 media)

Sedangkan, promosi melalui platform daring juga mencatatkan angka yang mengesankan, yaitu Instagram: 35.721 kali dilihat, 9.201 akun terjangkau, 215 kali dibagikan ulang, TikTok: 26.172 kali tayang, Platform Kementerian Pariwisata: 10.016 kali tayang; khusus halaman Karisma Event Nusantara (KEN): 1.910 kali tayang, Kolaborasi dengan influencer di Instagram, YouTube, dan Facebook menghasilkan ratusan ribu tayangan tambahan.

Lebih lanjut, Kadis Pariwisata menejlasakan bahwa FBMW 2026 tercatat sebagai salah satu dari tiga perwakilan Provinsi Papua dalam kalender Karisma Event Nusantara, bersama Festival Danau Sentani dan Festival Kopi sebagai inisiatif yang didukung Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua.

"FBMW semakin istimewa karena dukungan seluruh pihak, serta kehadiran wisatawan domestik maupun mancanegara yang menjadikan Biak Numfor sebagai destinasi pilihan di Tanah Papua," ungkap Kadis Pariwisata mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....