BPS Biak Numfor Gelar Pelatihan Petugas SE2026, Terapkan Pendataan Digital

  • 01 Jun 2026 20:26 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Biak Numfor resmi mengawali rangkaian persiapan menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026, dengan adanya pelatihan bagi calon petugas SE2026 Gelombang I yang berlangsung di Hotel Asana Biak, Senin 1 Juni 2026.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Biak Numfor, Akhmad Fauzi, S.ST.menjelaskan Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh sebanyak 138 peserta yang terdiri dari berbagai unsur. Sebanyak 135 orang di antaranya adalah petugas pendataan lengkap yang nantinya akan turun langsung ke lapangan, sementara 3 orang lainnya merupakan tim Kelompok Kerja (Pokja) dari unsur eksternal atau non-BPS. Perwakilan eksternal ini berasal dari Dinas Perindagkop, Dinas Koperasi, dan Dinas Kominfo Biak Numfor, yang bertugas membantu memantau serta melakukan supervisi jalannya sensus nanti.

"Ke-135 peserta ini nantinya bertugas melakukan pendataan secara door-to-door atau dari rumah ke rumah, mengunjungi seluruh rumah tangga dan keluarga di Biak Numfor untuk menanyakan hal-hal terkait usaha ekonomi yang mereka jalankan. Harapannya, data yang didapatkan nanti benar-benar mewakili kondisi ekonomi seluruh wilayah Kabupaten Biak Numfor,"ujarnya.

Pelatihan ini direncanakan berlangsung selama 9 hari hingga tanggal 10 Juni 2026, dan dibagi ke dalam 3 gelombang pelaksanaan. Gelombang pertama berlangsung hari ini, dilanjutkan gelombang kedua pada Kamis, dan gelombang ketiga pada Senin minggu berikutnya.

Tujuan utama pelatihan ini adalah menyamakan persepsi seluruh petugas terkait konsep, definisi, dan klasifikasi usaha. Mulai dari memahami apa itu konsep usaha, pengelompokan jenis usaha ke dalam kode tertentu, hingga penguasaan teknologi baru yang digunakan, yaitu aplikasi FASIH.

Berbeda dengan sensus sebelumnya, SE2026 ini sepenuhnya meninggalkan penggunaan kuesioner kertas. Seluruh proses pendataan akan dilakukan secara digital menggunakan gawai genggam (handphone). Petugas akan mewawancarai responden dan langsung memasukkan data ke dalam aplikasi, yang secara otomatis akan tersambung dan masuk ke dalam pusat pangkalan data BPS.

"Kami tidak lagi menggunakan kertas. Petugas wawancara, langsung input ke handphone, data langsung terkoneksi ke sistem dan masuk ke database kami. Ini untuk mempercepat dan menjaga ketepatan data," jelasnya.

Para peserta yang lolos hingga tahap pelatihan ini pun bukan dipilih secara acak. Mereka merupakan mitra BPS yang telah direkrut sejak 3 minggu lalu melalui aplikasi Sobat. Seleksi dilakukan secara ketat mulai dari kelengkapan biodata, pengalaman kerja, hingga tes kemampuan dasar, termasuk kemampuan menggunakan gawai dan pemahaman dasar statistik. Sebelum pelatihan dimulai, peserta pun telah menjalani tes awal atau pretest guna mengukur pemahaman materi yang telah dipelajari secara mandiri melalui sistem pembelajaran daring (MOOC).

Meskipun sudah lolos seleksi, penilaian tetap berjalan selama pelatihan berlangsung. BPS menegaskan, jika ada peserta yang dinilai belum memadai atau nilainya kurang, mereka akan dipanggil kembali untuk pembelajaran khusus atau briefing tambahan di kantor BPS. Hal ini dilakukan agar saat turun ke lapangan pada tanggal 15 Juni 2026 nanti, seluruh petugas benar-benar siap dan kompeten.

Dalam arahannya, BPS mengingatkan seluruh petugas untuk bekerja secara profesional, jujur, dan objektif. Petugas diminta mencatat data apa adanya di lapangan, bukan mengarang atau merekayasa informasi.

"Jangan hanya melihat fisik rumah, misal ada kios langsung dianggap beroperasi, padahal mungkin sudah tutup. Sebaliknya, jangan karena tidak ada bangunan usaha di depan rumah, lalu dianggap tidak ada usaha. Bisa saja di dalam rumah ada usaha rumah tangga yang omzetnya besar dan menjadi tulang punggung UMKM Biak Numfor. Harus diperiksa dan dikonfirmasi secara langsung dari rumah ke rumah," tegasnya.

Pihak BPS juga memohon dukungan masyarakat agar mau menerima kedatangan petugas serta bersedia memberikan jawaban yang jujur dan sesuai kondisi nyata. Data hasil sensus ini nantinya akan menjadi acuan utama bagi Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi daerah ke depan.

Salah satu peserta pelatihan, Yohan Ruben Masosendifu, mengaku siap menjalankan tugas. Ia menilai serangkaian tes dan materi yang diberikan sangat membantu memantapkan pemahaman mereka.

"Kami berkomitmen memberikan data yang terbaik dan seakurat mungkin untuk pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Biak Numfor. Melalui pelatihan ini kami siap belajar dan memahami tugas kami dengan baik demi hasil yang maksimal," ungkapnya mengakhiri.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....