SMK Yapis TIK Biak Raih Nilai 94 dalam Monev Program Gerakan 1.000 Siswa SMK
- 03 Sep 2026 17:33 WIB
- Biak
RRI. CO. ID. , Biak: SMK Yapis TIK Biak Numfor memperoleh nilai 94 dengan kategori Baik, dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas yang dilaksanakan pada 1 September 2026.
Monitoring dan evaluasi dilakukan Ahmad Madani melalui verifikasi dokumen serta wawancara dengan guru, siswa dan mitra industri. Dalam kegiatan tersebut, perwakilan PT Hasjrat Abadi selaku dealer Yamaha turut memberikan gambaran mengenai keterkaitan program dengan kebutuhan dunia kerja.
Hasil evaluasi menunjukkan, administrasi program telah tersedia, guru pendamping menjalankan perannya, serta keterlibatan dunia industri mulai terhubung dengan proses pembelajaran. SMK Yapis TIK Biak Numfor juga telah membangun relasi dengan sejumlah mitra, di antaranya FIF Group dan Hadi Retail.
Kepala SMK Yapis TIK Biak Numfor, Darsini, S.Pd., M.Pd., mengatakan capaian nilai 94 menjadi bentuk apresiasi terhadap kerja bersama seluruh pihak, sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan siswa.
“Nilai 94 merupakan apresiasi atas kerja bersama, tetapi sekaligus menjadi tanggung jawab untuk terus memperbaiki kualitas pendampingan. Kami ingin program ini benar-benar membentuk keberanian, kedisiplinan, dan kesiapan kerja siswa, bukan berhenti pada kelengkapan administrasi,” ujar Darsini.
Sementara itu, Ketua Program Keahlian Pemasaran Bisnis Retail, Fatma Dewi Wuwu, S.Pd., menjelaskan siswa telah mendapatkan materi terkait LinkedIn, personal branding, profesi sales hingga tahapan penjualan.
Menurutnya, pembelajaran tersebut mulai memberikan pemahaman kepada siswa bahwa pemasaran tidak hanya berkaitan dengan penguasaan produk, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, membangun keberanian serta membentuk jejak profesional.
“Sebagian siswa mulai melihat bahwa belajar pemasaran bukan hanya memahami produk, tetapi juga membangun komunikasi, keberanian, dan jejak profesional. Kami tetap perlu memperkuat pengulangan materi serta pendampingan tugas agar semua siswa berkembang,” katanya.
Guru Program Keahlian Pemasaran Bisnis Retail, Army Astuti Apriliyanti, S.E., Gr., menambahkan, setiap siswa memiliki karakter dan tingkat kesiapan yang berbeda sehingga membutuhkan pendampingan secara bertahap.
“Ada siswa yang cepat bergerak, tetapi ada pula yang masih malu, kesulitan mengatur waktu, atau belum percaya pada kemampuannya. Guru perlu mendampingi proses kecil mereka agar keberanian tumbuh melalui pengalaman,” ujarnya.
Selalu praktisi pemasaran dan vokasi, trainer, konsultan, guru, serta narasumber tamu SMK Jurusan Pemasaran sekaligus Sekretaris Jenderal KOMISI, Co-Founder AGMARI, dan Juri LKS Digital Marketing Tingkat Nasional 2026,Ahmad Madani mengatakan, pelaksanaan Monev tidak semata-mata berakhir pada angka dan instrumen penilaian. Menurutnya, evaluasi harus menjadi bagian dari proses untuk melihat capaian sekaligus menemukan aspek yang masih perlu diperkuat.
“Sekolah mempunyai fondasi yang baik. Tantangannya adalah memastikan materi dapat dipelajari kembali, termasuk ketika jaringan internet terbatas, serta mengubah setiap tugas menjadi pengalaman dan portofolio siswa,” kata Ahmad Madani.
Sebagai tindak lanjut dari hasil evaluasi, Ahmad Madani memberikan dua sesi penguatan pada 2 September 2026. Sesi pagi diikuti siswa kelas X dan XI Jurusan Pemasaran, sementara sesi siang diperuntukkan bagi para guru.
Bagi siswa, materi penguatan mengangkat tema “Sales Itu Bukan Soal Bakat: Berani Mulai, Berani Menjual, Berani Punya Masa Depan.”
Sedangkan bagi guru, materi yang diberikan bertema “Dari Menyuruh Menjadi Menumbuhkan: Strategi Membangun Motivasi, Ownership, dan Keberanian Siswa Pemasaran.”
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan Program Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas di SMK Yapis TIK Biak Numfor, sekaligus semakin mendekatkan pembelajaran pemasaran dengan kebutuhan dan tuntutan dunia kerja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....