Pemda Biak Numfor,Bank Indonesia Gelar High Level Meeting,Perkuat Digitalis
- 27 Feb 2026 12:38 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor bersama Bank Indonesia (BI) menggelar High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah sebagai wujud komitmen bersama dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pemerintahan. Pertemuan strategis tersebut berlangsung di KSL Grand Ballroom Biak, Jumat 27 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan otoritas keuangan dalam memperluas implementasi sistem transaksi non-tunai serta digitalisasi layanan publik.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansembra, Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua Warsono, Ketua dan Anggota DPRK Biak Numfor, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perwakilan kepala sekolah se-Kabupaten Biak Numfor. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan keseriusan dan kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat dan memperluas digitalisasi daerah, hingga penguatan ekosistem digital di Kabupaten Biak Numfor.
Dalam sambutannya, Bupati Markus Oktovianus Mansembra menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dalam tata kelola pemerintahan modern.
“Kita telah memasuki era digitalisasi. Maka dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, terutama pelayanan kepada masyarakat, digitalisasi ini menjadi sebuah kewajiban untuk kita terapkan dalam standar pelayanan,” ujar Bupati.
Menurutnya, forum ini sangat penting untuk meningkatkan transparansi serta mengurangi potensi kebocoran penerimaan daerah. Ia menekankan bahwa pola transaksi manual dari loket ke loket harus mulai ditinggalkan dan digantikan dengan sistem pembayaran non-tunai yang lebih efisien.
“Jangan sampai masyarakat masih beralasan harus ke kantor A, kantor B, atau kantor C hanya untuk bayar pajak. Dari mana saja mereka berada, kewajiban itu harus bisa dilakukan secara digital,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Warsono menyampaikan pentingnya percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) melalui program Evaluasi Elektronifikasi Transaksi Daerah (EEC) dalam mendorong transformasi digital di Kabupaten Biak Numfor.
Ia menjelaskan bahwa penilaian EEC dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek proses, implementasi, hingga realisasi transaksi digital di masyarakat.
“Penilaian EEC itu dibagi dalam beberapa kategori, mulai dari tahap inisiasi, berkembang, maju, hingga digital. Untuk kategori digital, nilainya berada pada rentang 80 sampai 100. Artinya, bukan hanya kebijakan yang sudah ada, tetapi implementasi dan realisasinya benar-benar berjalan di masyarakat,” jelas Warsono.
Disebutkan berdasarkan hasil survei ETPD tahun 2025, Kabupaten Biak Numfor masih konsisten berada pada kategori digital. Namun demikian, terdapat sejumlah aspek yang masih perlu ditingkatkan, khususnya pada sisi realisasi transaksi melalui kanal digital.
“Yang perlu kita dorong bersama adalah aspek realisasi. Transaksi melalui kanal digital seperti QRIS, e-banking, uang elektronik, dan e-commerce harus terus ditingkatkan. Jangan hanya kuat di kebijakan, tetapi realisasinya juga harus optimal,” ucapnya

Melalui High Level Meeting ini, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dan Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi, meningkatkan literasi digital masyarakat, serta mendorong optimalisasi transaksi non-tunai di berbagai sektor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....