DPRK-Pemkab Biak Bahas Tapal Batas dan Bandara Antariksa
- 22 Jan 2026 20:54 WIB
- Biak
RRI.CO.ID,Biak - Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Biak Numfor menggelar rapat dengar pendapat bersama Pemerintah Daerah Biak Numfor berlangsung lancar, bertempat di ruang sidang utama DPRK Kamis, 22 Januari 2026.
Dalam rapat dengar pendapat tersebut, membaha dua agenda penting yakni upaya penyelesaian tapal batas administrasi antar Kabupaten Biakk Numfor dan Kabupaten Supiori, serta program nasional pembangunan bandara antariksa di Kampung Saukobye Distrik Biak Utara.
Wakil Ketua 1 DPRK Biak Numfor Noak Krey kepada awak media mengatakan, dalam RDP telah disepakati memberikan dukungan penuh kepada Bupati Biak Numfor dan Supiori, untuk secepatnya menyelesaikan tapal batas kedua wilayah pemerintahan, dengan tetap mengacu pada peraturan daerah pembentukan supiori timur, UU Nomor 35 Tahun 2003 dan Peraturan Mendagri Nomor 43 Tahun 2021.
Terkait titik kordinat di antara kali warame dengan woumbrisau direkomendasikan kepada Pemerintah Daerah Biak Numfor, untuk dikonsultasikan kembali ke Mendagri, namun setelah pertemuan dengan pemerintah daerah Supiori pada pekan depan.
Ia berharap persoalan penyelesaian tapal batas anatara kedua kabupaten tidak berlarut lama, dan diselesaikan secara baik, dengan tetap mengedepankan hubungan persaudaraan, sehingga tidak menimbulkan gesekan, karena masyarakat Supiori bagian juga dari Biak yaitu satu suku dan satu bahasa.
“Kita berharap masyarakat perbatasan baik diwilayah utara maupun barat, tetap tenang, dan kita memberikan dukungan sepenuhnya kepada kedua pemerintah daerah Biak dan Supiori dapat menyelesaikan secara baik, karena suku biak itu satu yang ada di biak dan supiori, jadi kita selesaikan secara arif dan bijaksana,” ujar Wakil Ketua 1 DPRK Biak Numfor Noak Krey

Noak krey
Sementara untuk rencana pembangunan bandara antariksa di pantai utara Biak, Noak Krey mengatakan, telah dibentuk tim sosial dengan melibatkan berbagai pihak, baik pemerintah, adat dan gereja serta komponen masyarakat lainnya untuk membahas bersama rencana pembangunan bandara antariksa tersebut dapat dibangun ataukah tidak.
Menurut Noak Krey, dengan adanya bandara antariksa di Biak, memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan asli daerah untuk mendorong percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Biak Numfor.
Disisi lain, membuka lapangan kerja bagi masyarakat Biak Numfor, terutama Orang Asli Papua dan sejumlah dampak positif lainnya.
“Kita ingin untuk melakukan percepatan pembangunan di daerah, namun saat ini kita diperhadapkan dengan serba kekurangan anggaran, bahkan utang daerah lumayan besar, sehingga yang menjadi pergumulan bagi kita orang biak itu adalah APBD dan PAD kita, oleh sebab itu dengan adanya Bandara Antariksa di Biak justru memberikan dampak besar terhadap PAD kita, ini berkat Tuhan untuk kita, sekarang kembali untuk kita apaka kita setuju untuk bandara dibangun atau ka tidak,” ujarnya
Ia mengajak seluruh komponen masyarakat di dua kabupaten Biak Numfor dan Supiori secara khusus pemilik hak ulayat rencana tempat dibangunnya bandara antariksa, agar memberikan dukungan penuh kepada pemerintah daerah dalam menyelesaikan dua agenda di maksud sehingga berjalan lancar, aman dan sukses.
Selain itu tidak muda terpengaruh isu tidak benar yang sengaja di lontarkan oknum masyarakat tidak bertanggung jawab ingin memperkeruh suasana di daerah.
Rapat dengar pendapat di hadiri seluruh pimpinan dan anggota DPRK, Plt Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli dan pimpinan OPD terkait lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....