Bupati Biak Numfor Serahkan Surat Keputusan Sekolah Rakyat
- 18 Jul 2025 09:17 WIB
- Biak
KBRN, Biak :Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-107 Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Bupati Markus Octovianus Mansnembra secara resmi menyerahkan surat penugasan kepada Samuel Franklin Yawan, S.Pd., M.Pd sebagai Kepala Sekolah Rakyat pada Kamis (17/7/2025) bertempat di Lapangan Cendrawasih Biak. Penyerahan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Biak Numfor dalam mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat berpola asrama yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Bupati Markus Octovianus Mansnembra ,menyampaikan bahwa penugasan ini merupakan langkah awal serius untuk memastikan program Sekolah Rakyat segera berjalan dan menyebut sebanyak 100 siswa yang akan masuk Sekolah Rakyat pada awal agustus ini.
“Untuk 100 siswa, ada putra maupun putri. Hampir persentasinya sekitar 50-50 persen. Kita bersyukur kalau Sekolah Rakyat ini bisa berjalan, ini akan sangat membantu,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa peserta didik yang diterima adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu yang telah dievaluasi secara ketat oleh Dinas Sosial.
“Kita punya anak-anak yang baru saja tamat dari SMP, sekolah tingkat pertama, untuk melanjutkan ke tingkat SLTA atau SMA. Dan yang lebih kita syukuri dan kita banggakan adalah bahwa anak-anak ini adalah anak-anak yang dievaluasi secara ketat. Bahwa ini berdasarkan data dari Dinas Sosial bahwa ini berlatar belakang keluarga tidak mampu,” ucap Bupati.
“Dan itu kita bisa lihat beberapa hari yang lalu ketika mereka hadir di Dinas Pendidikan. Kita lihat memang yang datang orang-orang tua yang mendampingi ini memang kelihatan orang-orang tua yang benar-benar tidak mampu. Dan ini menjadi prioritas kita untuk terus ke depan,” jelas Bupati.
Sementara itu, Samuel Franklin Yawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMA Negeri Samber, menyampaikan bahwa proses seleksi yang dijalaninya cukup panjang dan menyeluruh.
“Ya, memang kami waktu dites memang hampir kurang lebih satu bulan kami melalui proses tes dan kami masih melaksanakan tugas sebagai Kepala Sekolah di SMA Negeri Samber. Nah, oleh sebab itu setelah hasil tesnya keluar kami dipanggil dan kami mengikuti retret kurang lebih satu minggu di Kemensos,” ujar Samuel.
Ia menjelaskan bahwa proses seleksi tersebut melibatkan dua kementerian, yakni Kementerian Pendidikan serta Kementerian Sosial.
“Kami proses seleksi kurang lebih satu bulan, karena kami proses seleksi pertama kami diwawancarai dari kementerian Pendidikan, dan hasilnya diserahkan lagi ke Kemensos. Dari Kemensos kami melalui lagi proses psikotest dan proses tes Toffel dan itu dilakukan secara online. Nah, sambil menunggu hasil itu kami juga diwawancarai dari Kemensos,” jelasnya.
Sebagai Kepala Sekolah Rakyat, Samuel menyampaikan fokus utama dari pendidikan ini adalah pembentukan karakter siswa secara menyeluruh, sesuai dengan sistem asrama.
“Ya harapan semoga ada kerjasama dari stakeholder terutama Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan juga dari pemerintah daerah sehingga program ini, program yang bagus ini dari kementerian dan juga disambut oleh Bupati Biak Numfor dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan kita bersama, demikian,” tutup Samuel.
Penyerahan surat tugas ini menjadi tonggak penting dalam penguatan pendidikan karakter dan pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Biak Numfor, melalui model sekolah alternatif yang inklusif dan berintegritas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....