Biak Miliki Potensi Sebagai Ikon Industri Wisata Bahari
- 04 Jun 2025 04:58 WIB
- Biak
KBRN,Biak: Kabupaten Biak Numfor merupakan salah satu wilayah di Provinsi Papua dengan kepulauan strategis yang memiliki potensi besar dalam sektor kelautan dan pariwisata bahari. Posisi geografis yang berada di jalur pelayaran Pasifik serta kekayaan sumber daya alam laut, seperti perikanan, terumbu karang, dan keanekaragaman hayati laut lainnya, menjadikan kawasan ini memiliki nilai ekonomi dan ekologis yang signifikan.
Selain itu, keindahan alam laut dan kekayaan budaya lokal membuka peluang besar untuk pengembangan pariwisata bahari yang berkelanjutan.
Pengamat Aviasi/Dunia Penerbangan, Pemerhati Wisata Daerah, Ahli Manajemen Strategi berbasis Pelayanan,Johannes King Sianturi dalam tulisannya menyebut meski dengan potensi yang dimiliki tersebut,dari hasil informasi dan observasi yang ada saat ini potensi itu masih belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Berbagai tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, belum terpenuhi secara maksimalnya kapasitas sumber daya manusia, belum terintegrasinya kebijakan lintas sektor, serta minimnya promosi dan kurangnya niat investasi menjadi kendala utama dalam pengembangan industri kelautan dan pariwisata bahari di Biak Numfor.
Sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan arah visi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan mendorong transformasi ekonomi berbasis potensi lokal, diperlukan analisis strategi yang komprehensif untuk merumuskan kebijakan pengembangan sektor Industri kelautan dan pariwisata bahari di Kabupaten Biak Numfor.
"Tulisan ini saya susun untuk menganalisis kondisi eksisting, mengidentifikasi tantangan dan peluang, serta merumuskan alternatif kebijakan yang dapat diterapkan dalam pengembangan industri kelautan dan pariwisata bahari secara terarah, berkelanjutan, dan inklusif,"ujar Johannes King Sianturi,Rabu (4/6/2025)
Untuk Isi Informasi Dasar Kajian Strategis bahwa dalam melakukan awal perumusan kebijakan selanjutnya maka diperlukan pelaksanaan strategi pengembangan sebagaimana kita mengumpulkana informasi sebagai fungsi kekuatan ataupun kelemahan dengan dasar yang kita urai dalam konteks pengembangan Industri berbasis pariwisata di Kabupaten Biak Numfor yaitu:
I. Strengths atau kekuatan yaitu
1.Kabupaten Biak Numfor memiliki keindahan alam yang masih alami, pantai pasir putih, pulau-pulau kecil, terumbu karang, dan hutan tropis yang belum banyak tersentuh pembangunan.
2.Kekayaan budaya lokal dari Tradisi suku Biak, tarian adat, musik, serta upacara adat yang unik.
3.Banyak situs dari sejarah Perang Dunia II dan peninggalannya yang bisa dikembangkan sebagai daya tarik wisata sejarah.
4. Potensi wisata bahari seperti snorkeling, diving, dan perjalanan keliling pulau di perairan sekitar Biak dan Numfor.
5. Adanya Bandara Internasional Frans Kaisiepo yang jika dikembangkan dengan baik akan memudahkan akses wisatawan dari luar daerah dan mancanegara.
II Weaknesses atau kelemahan yaitu
1. Infrastruktur pariwisata terbatas seperti akses jalan, akomodasi, transportasi lokal, dan fasilitas umum belum optimal.
2. Kurangnya promosi dan branding destinasi dari Biak Numfor belum dikenal luas sebagai destinasi wisata unggulan.
3. SDM pariwisata yang masih terbatas karena Kurangnya pelatihan dan tenaga profesional di bidang pariwisata.
4. Akses transportasi laut dan antar pulau terbatas yang menyulitkan konektivitas antar destinasi wisata di wilayah Biak Numfor.
III.Opportunities atau peluang
1. Perlunya pengembangan ekowisata dan wisata budaya yang disesuaikan dengan tren global wisata berkelanjutan.
2. Dukungan pemerintah pusat dan daerah untuk menyatukan para stakeholder termasuk dalam rencana pengembangan wilayah timur Indonesia.
3. Kerjasama dengan investor atau travel agent untuk pengembangan paket wisata dan promosi destinasi.
4. Event budaya dan festival lokal yang dapat menarik wisatawan domestik dan internasional, misalnya Festival Biak Munara Wampasi.
IV.Threats atau ancaman
1. Kerusakan lingkungan akibat pembangunan tak terkendali yang dapat merusak daya tarik wisata alam.
2. Ketergantungan pada anggaran pemerintah yang bisa membatasi pengembangan jika tidak ada investasi swasta atau non plat merah.
3. Tantangan keamanan dan persepsi orang dari luar tentang Papua yang mungkin masih menjadi kekhawatiran beberapa wisatawan.
4. Persaingan dengan destinasi lain di Indonesia Timur seperti Raja Ampat, yang sudah lebih dulu dikenal.
Untuk Analisa atau uraian kajian bahwa setelah kita mendapatkan informasi dan fungsi strategi dasar maka berikut analisa strategi pengembangan pariwisata Biak Numfor berdasarkan 4 (empat) analisis fungsi yang sudah dibahas, dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang, mengatasi kelemahan, dan menghadapi ancaman yaitu:
A.Strategi SO atau Strengths–Opportunities yaitu memanfaatkan kekuatan untuk menangkap peluang
1. Pengembangan ekowisata dan wisata sejarah berbasis kekayaan alam dan peninggalan Perang Dunia II, dengan promosi berkelanjutan.
2. Membuat paket wisata terpadu: Pantai, pulau, budaya, dan sejarah — bekerjasama dengan travel agent nasional/internasional.
3. Mengangkat Festival Biak Munara Wampasi sebagai agenda tahunan berskala nasional/internasional.
4. Promosi digital dan media sosial: Mengangkat keunikan Biak lewat influencer, YouTube, dan media visual lainnya.
B. Strategi WO atau Weaknesses–Opportunities yaitu mengatasi kelemahan dengan memanfaatkan peluang
1. Pelatihan SDM lokal dalam bidang hospitality, pemandu wisata, manajemen homestay, dll., bekerjasama dengan Kemenparekraf dan LSM.
2. Peningkatan infrastruktur: Dorong program pemerintah pusat dan investasi swasta untuk membangun jalan, pelabuhan kecil, akomodasi, dan fasilitas pariwisata.
3. Program inkubasi pariwisata untuk UMKM lokal, seperti pengrajin cinderamata, kuliner khas Biak, dan persewaan alat diving/snorkeling.
C. Strategi ST atau Strengths–Threats yaitu memanfaatkan kekuatan untuk menghadapi ancaman
1. Promosi narasi positif tentang Biak dan Papua sebagai wilayah yang aman dan terbuka bagi wisatawan.
2. Penetapan zona konservasi wisata untuk menjaga keaslian alam dan budaya, mencegah eksploitasi.
3. Penguatan kearifan lokal dalam mengelola pariwisata agar tetap berkelanjutan dan mendukung komunitas setempat.
D. Strategi WT atau Weaknesses–Threats yaitu mengurangi kelemahan dan menghindari ancaman.
1. Diversifikasi sumber pendanaan, tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga CSR perusahaan, BUMN, dan hibah pariwisata.
2. Peningkatan literasi digital dan pariwisata masyarakat lokal untuk menumbuhkan rasa memiliki dan kesiapan menghadapi wisatawan.
3. Kampanye kesadaran lingkungan bagi masyarakat dan wisatawan untuk menjaga kelestarian alam
"Dari beberapa analisa dan kajian di atas maka bisa disimpulkan bahwa kabupaten yang kita cintai ini memiliki potensi strategis dalam pengembangan industri berbasis wisata dan kelautan, yang jika dikelola secara tepat dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat baik di kota maupun pesisir,"ujar Johannes King Sianturi
"Sebagaimana telah diidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang menjadi dasar dalam merumuskan strategi pengembangan yang adaptif dan berkelanjutan,",ucapnya.
Selain itu perlu diperhatikan dalam pengambilan kebijakan secara kebutuhan publik bahwa pengembangan pariwisata dan kelautan di Biak Numfor memerlukan intervensi kebijakan yang terpadu, kolaborasi multipihak, serta investasi dalam penguatan infrastruktur, kapasitas SDM, promosi destinasi, dan pelestarian lingkungan.
"Peran pemerintah daerah sebagai fasilitator, regulator, dan promotor sangat penting dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi tumbuhnya sektor ini,"ujar Johannes K.S
"Sebagai langkah tindak lanjut, disarankan adanya penyusunan roadmap,pengembangan pariwisata bahari yang berorientasi jangka panjang, disertai dengan regulasi pendukung, kemitraan strategis dengan mindset gotong royong dengan sektor swasta dan stakeholder, serta keterlibatan aktif masyarakat lokal,"ucapnya
Johannes King Sianturi menambahkan dengan komitmen dan sinergi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Biak Numfor berpotensi menjadi ikon Industri Wisata Bahari yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....