di Balik Lezatnya, Ini Sejarah 5 Kuliner Indonesia yang Lahir dari Masa Sulit

  • 01 Sep 2026 21:00 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak – Di balik kelezatan berbagai kuliner tradisional Indonesia, tersimpan kisah sejarah yang tidak selalu menyenangkan. Beberapa makanan khas Nusantara lahir dari masa-masa sulit, seperti kemiskinan, kelaparan, hingga penjajahan. Keterbatasan bahan pangan mendorong masyarakat untuk berkreasi memanfaatkan apa yang tersedia agar tetap bisa bertahan hidup.

Dikutip dari artikel detikfood, seiring berjalannya waktu, makanan-makanan sederhana tersebut justru berkembang menjadi kuliner legendaris yang digemari hingga sekarang. Berikut lima makanan Indonesia yang memiliki kisah pilu di balik kelezatannya.

1. Sate Kere

Sate kere merupakan kuliner khas Solo dan Yogyakarta yang lahir pada masa penjajahan Belanda. Saat itu, daging sapi hanya dapat dinikmati oleh kalangan berada, sementara masyarakat kecil harus mencari alternatif yang lebih terjangkau.

Mereka kemudian menggunakan jeroan, gajih (lemak sapi), hingga tempe gembus sebagai bahan utama sate. Nama "kere" sendiri dalam bahasa Jawa berarti miskin. Meski berawal dari simbol keterbatasan ekonomi, kini sate kere justru menjadi salah satu kuliner tradisional yang banyak diburu wisatawan.

2. Tengkleng

Tengkleng juga lahir dari masa sulit, khususnya ketika masyarakat mengalami kelangkaan pangan pada masa penjajahan Jepang. Karena daging kambing sulit diperoleh, masyarakat memanfaatkan bagian tulang, kepala, dan jeroan yang tersisa untuk diolah menjadi hidangan berkuah.

Dari kreativitas tersebut lahirlah tengkleng, makanan khas Solo yang kini dikenal dengan kuah gurih berbumbu rempah dan menjadi salah satu ikon kuliner daerah.

3. Kerak Telor

Kerak telor merupakan makanan khas Betawi yang juga memiliki sejarah menarik. Pada masa kolonial, telur termasuk bahan makanan yang cukup mahal sehingga tidak semua masyarakat mampu membelinya dalam jumlah banyak.

Untuk menyiasatinya, masyarakat Betawi mencampurkan telur dengan beras ketan, kelapa parut, ebi, dan bumbu sederhana agar tetap menghasilkan makanan yang mengenyangkan sekaligus lezat. Kini kerak telor menjadi salah satu ikon kuliner Jakarta.

4. Ampo

Ampo adalah camilan unik khas Tuban yang dibuat dari tanah liat. Makanan ini muncul ketika masyarakat mengalami kelaparan akibat sulitnya memperoleh bahan pangan pada masa kolonial Belanda.

Karena keterbatasan tersebut, sebagian masyarakat memanfaatkan tanah liat yang diolah menjadi makanan untuk bertahan hidup. Saat ini, ampo masih diproduksi sebagai kuliner tradisional sekaligus warisan budaya khas Tuban.

5. Tiwul

Tiwul lahir ketika masyarakat mengalami kelangkaan beras pada masa penjajahan. Untuk memenuhi kebutuhan pangan, singkong dikeringkan menjadi gaplek, kemudian diolah menjadi makanan pokok pengganti nasi.

Dahulu tiwul identik dengan kehidupan masyarakat sederhana. Namun kini, makanan berbahan dasar singkong tersebut justru menjadi kuliner tradisional yang banyak dicari karena cita rasanya yang khas dan nilai sejarah yang dimilikinya.

Kelima makanan tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas masyarakat Indonesia mampu melahirkan kuliner yang bertahan lintas generasi meski berasal dari kondisi penuh keterbatasan. Kini, makanan yang dahulu menjadi simbol perjuangan justru menjadi bagian penting dari kekayaan kuliner Nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....