Mengenal Sejarah Bakpia Yogyakarta, Oleh-oleh Legendaris dari Akulturasi Budaya

  • 31 Jul 2026 06:46 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak – Bakpia telah lama menjadi salah satu ikon kuliner sekaligus oleh-oleh khas Yogyakarta. Di balik cita rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut, bakpia menyimpan sejarah panjang sebagai hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa yang telah berkembang sejak era 1940-an.

Dikutip dari artikel detikFood, bakpia bukan berasal dari Yogyakarta. Kudapan ini merupakan adaptasi dari makanan khas Tionghoa yang kemudian berkembang dan menyesuaikan diri dengan budaya serta selera masyarakat lokal hingga menjadi salah satu identitas kuliner Kota Gudeg.

Berawal dari Kudapan Khas Tionghoa

Bakpia berasal dari makanan Tionghoa bernama tou luk pia, yang dalam dialek Hokkian berarti kue berisi daging. Kudapan tersebut dibawa ke Yogyakarta oleh perantau Tionghoa bernama Kwik Sun Kwok pada era 1940-an. Setelah membuka usaha di kawasan Suryowijayan, Yogyakarta, bakpia mulai dikenal masyarakat setempat dan perlahan mengalami berbagai penyesuaian agar sesuai dengan selera lokal.

Bertransformasi Menjadi Bakpia Halal

Pada awal kemunculannya, bakpia menggunakan isian daging dan minyak babi. Namun, karena mayoritas masyarakat Yogyakarta beragama Islam, resep tersebut kemudian diubah. Isian daging digantikan dengan kacang hijau, sementara penggunaan minyak babi dihilangkan. Perubahan inilah yang membuat bakpia semakin diterima oleh masyarakat luas dan berkembang menjadi oleh-oleh khas Yogyakarta hingga sekarang.

Lahirnya Bakpia Pathuk

Perkembangan bakpia semakin pesat ketika Liem Bok Sing, kerabat sekaligus rekan dagang Kwik Sun Kwok, mulai memproduksi bakpia pada 1948. Pada tahun 1955, usaha tersebut berpindah ke kawasan Pathuk, Yogyakarta. Sejak saat itu, nama Bakpia Pathuk semakin populer dan kawasan tersebut berkembang menjadi sentra produksi bakpia yang dikenal hingga kini. Nomor-nomor pada berbagai merek Bakpia Pathuk berasal dari nomor rumah tempat produksinya.

Dari Isian Kacang Hijau hingga Aneka Rasa Modern

Pada awalnya, bakpia hanya memiliki satu varian isian, yaitu kacang hijau tumbuk. Seiring berkembangnya zaman dan meningkatnya minat wisatawan, muncul berbagai inovasi rasa seperti cokelat, keju, durian, kacang merah, hingga matcha. Selain varian rasa, tekstur bakpia juga berkembang. Kini tersedia bakpia dengan kulit tipis, bakpia premium, hingga bakpia kukus yang menawarkan sensasi berbeda dari bakpia klasik.

Menjadi Oleh-oleh Ikonik Yogyakarta

Kini bakpia tidak hanya dikenal sebagai camilan tradisional, tetapi juga telah menjadi simbol kuliner Yogyakarta. Hampir setiap wisatawan yang berkunjung ke Kota Gudeg menjadikan bakpia sebagai buah tangan wajib sebelum pulang.

Keberhasilan bakpia bertahan selama puluhan tahun menunjukkan bagaimana perpaduan budaya dapat melahirkan kuliner yang diterima lintas generasi dan menjadi bagian dari identitas sebuah daerah.

Perjalanan bakpia dari kudapan khas Tionghoa hingga menjadi oleh-oleh legendaris Yogyakarta membuktikan bahwa akulturasi budaya mampu melahirkan warisan kuliner yang kaya akan nilai sejarah. Hingga kini, bakpia tetap menjadi salah satu makanan khas Indonesia yang paling dikenal, baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....