Jejak Cita Rasa Indonesia di Suriname, dari Soto hingga Pecel
- 22 Agt 2026 14:53 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Suriname, negara kecil di kawasan Amerika Selatan, menyimpan jejak budaya Indonesia yang masih terasa hingga kini. Kemiripan tersebut dapat ditemukan dalam bahasa, tradisi, hingga kuliner yang berkembang di tengah masyarakat. Sejumlah makanan Suriname bahkan memiliki kemiripan dengan hidangan Indonesia, seperti bami yang menyerupai bakmi, pitjel yang mirip pecel, serta lumpia. Jejak kuliner ini tidak terlepas dari kedatangan pekerja asal Jawa ke Suriname pada periode 1890–1939.
Dalam kurun waktu tersebut, sekitar 32.965 pekerja dari Jawa dibawa ke Suriname dan kemudian membentuk komunitas Jawa di negara tersebut. Tradisi dan resep yang mereka bawa terus diwariskan dari generasi ke generasi hingga menjadi bagian dari kehidupan kuliner masyarakat Suriname. Hingga sekarang, berbagai makanan bernuansa Indonesia seperti bami, nasi, saoto, dan pitjel masih dapat ditemukan di sejumlah warung. Dilansir dari detikFood, berikut lima makanan khas Suriname yang memiliki kemiripan dengan hidangan Indonesia:
| Baca juga: Kopi, Kebiasaan, dan Gaya Hidup |
1. Bami dan Bakmi
Bami merupakan salah satu hidangan bercita rasa Jawa yang cukup dikenal di Suriname dan memiliki kemiripan dengan bakmi atau mi goreng di Indonesia. Makanan ini umumnya dibuat dari mi yang ditumis bersama telur, sayuran, daging, atau udang, kemudian dibumbui kecap sehingga menghasilkan rasa gurih dan warna kecokelatan. Namun, ada keunikan pada bami Suriname karena sebagian sajian menggunakan pasta spaghetti sebagai pengganti mi.
2. Saoto dan Soto Ayam
Saoto merupakan hidangan berkuah khas Suriname yang memiliki kemiripan dengan soto ayam Indonesia. Kuahnya berupa kaldu ayam bening yang dilengkapi suwiran ayam, taoge, bihun, telur rebus, dan taburan bawang goreng. Hidangan ini diyakini dibawa oleh masyarakat Jawa yang bermigrasi ke Suriname dan kini telah menjadi bagian dari kuliner setempat. Saoto juga cukup mudah ditemukan di berbagai warung yang menyajikan makanan khas Jawa.
3. Pitjel dan Pecel
Kemiripan kuliner Suriname dan Indonesia juga terlihat pada pitjel, hidangan sayuran yang menyerupai pecel. Pitjel terdiri dari berbagai sayuran seperti kangkung, taoge, kol, dan kacang panjang yang kemudian disiram dengan saus kacang. Beberapa variasinya juga menambahkan okra. Meski memiliki tampilan yang serupa, bumbu kacang pitjel umumnya memiliki cita rasa yang lebih asin dan tidak semanis sambal pecel yang banyak dikenal di Indonesia.
4. Nasi dan Nasi Goreng
Di Suriname terdapat hidangan yang disebut nasi dan umumnya merujuk pada nasi goreng, terutama dalam komunitas Jawa. Nasi dibuat dari nasi yang digoreng bersama bumbu dan kecap, kemudian disajikan dengan berbagai pelengkap seperti ayam, sayuran, kacang tanah, dan acar. Hidangan ini cukup populer di pasar-pasar Jawa di Suriname. Menariknya, ketika seseorang memesan nasi di tempat makan tertentu, yang disajikan bisa berupa nasi goreng, bukan nasi putih seperti pemahaman umum di Indonesia.
5. Loempia dan Lumpia
Loempia menjadi salah satu camilan Suriname yang memiliki kemiripan kuat dengan lumpia Indonesia. Kudapan ini menggunakan kulit tipis yang diisi sayuran, kemudian dapat ditambahkan ayam atau daging sapi berbumbu. Loempia dapat ditemukan sebagai jajanan maupun pendamping makanan lainnya. Meski memiliki bentuk dan isian yang serupa, tekstur kulitnya dapat berbeda karena beberapa versi loempia Suriname menggunakan kulit yang lebih tebal dibandingkan lumpia Indonesia, termasuk lumpia Semarang yang dikenal dengan teksturnya yang renyah.
Kemiripan bami, saoto, pitjel, nasi, dan loempia dengan kuliner Indonesia menjadi bukti bahwa jejak budaya Jawa tetap hidup di Suriname. Meski mengalami penyesuaian dengan bahan dan cita rasa setempat, hidangan-hidangan tersebut menunjukkan bagaimana tradisi kuliner dapat terus diwariskan dan berkembang jauh dari tanah asalnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....