Ragam Kuliner Pantura yang Wajib Dicoba saat Melintas Jalur Pantura
- 31 Jul 2026 06:46 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak – Jalur Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa tidak hanya dikenal sebagai jalur penghubung antarkota, tetapi juga sebagai kawasan yang kaya akan kuliner khas. Berada di wilayah perbatasan budaya Sunda dan Jawa, kuliner Pantura memiliki cita rasa yang unik, memadukan karakter gurih, manis, dan rempah yang khas.
Dikutip dari artikel detikFood, kuliner Pantura berkembang dari perpaduan budaya masyarakat pesisir, pedagang, hingga pengaruh kerajaan yang pernah berkembang di kawasan tersebut. Perpaduan inilah yang melahirkan berbagai hidangan khas yang masih populer hingga kini.
Nasi Jamblang, Ikon Kuliner Cirebon
Salah satu kuliner paling terkenal dari kawasan Pantura adalah Nasi Jamblang. Hidangan khas Cirebon ini disajikan menggunakan daun jati sebagai pembungkus nasi, lengkap dengan beragam lauk seperti semur, ikan asin, sate kentang, telur balado, hingga sambal goreng.
Keunikan penyajiannya membuat Nasi Jamblang menjadi salah satu makanan yang banyak diburu wisatawan saat melintasi jalur Pantura.
Empal Gentong yang Kaya Rempah
Kuliner khas lainnya adalah Empal Gentong, hidangan berkuah yang berasal dari Cirebon. Makanan ini berisi daging sapi, jeroan, serta kuah santan berbumbu rempah yang dimasak menggunakan gentong tanah liat di atas kayu bakar.
Aroma rempah yang kuat berpadu dengan tekstur daging yang empuk menjadikan Empal Gentong sebagai salah satu kuliner legendaris di wilayah Pantura.
Tahu Gejrot dengan Rasa Segar
Masih dari Cirebon, Tahu Gejrot menawarkan sensasi rasa yang berbeda. Tahu goreng dipotong-potong lalu disiram kuah berbahan gula merah, cuka, bawang merah, bawang putih, dan cabai.
Perpaduan rasa manis, asam, pedas, dan gurih membuat makanan sederhana ini menjadi favorit banyak orang.
Sega Lengko yang Kaya Sayuran
Bagi pencinta makanan sehat, Sega Lengko menjadi pilihan menarik. Hidangan ini terdiri dari nasi putih yang disajikan bersama tahu, tempe, tauge, mentimun, daun kucai, bawang goreng, serta siraman bumbu kacang dan kecap manis.
Menu ini mencerminkan perpaduan cita rasa Sunda yang segar dengan sentuhan kuliner Jawa yang gurih.
Docang, Sarapan Khas Pantura
Kuliner lain yang tak kalah populer adalah Docang, makanan khas Cirebon yang biasa disantap saat sarapan. Hidangan ini terdiri dari lontong, daun singkong, tauge, parutan kelapa, kemudian disiram kuah dage atau oncom yang gurih. Rasa hangat dan kaya rempah membuat Docang cocok dinikmati pada pagi hari.
Keunikan kuliner Pantura tidak lepas dari letaknya yang berada di perbatasan budaya Sunda dan Jawa. Pengaruh kedua budaya tersebut menghasilkan makanan dengan karakter rasa yang seimbang, tidak terlalu pedas, kaya rempah, serta menggunakan berbagai bahan lokal hasil pertanian maupun laut. Selain menjadi identitas daerah, ragam kuliner Pantura juga menjadi daya tarik wisata yang memperkaya khazanah kuliner Nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....