Jejak Rasa Nusantara: Kuliner Tertua yang Wajib Dicoba

  • 13 Jun 2026 14:41 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID,Biak- Indonesia dikenal sebagai negeri dengan kekayaan kuliner yang luar biasa, di mana setiap daerah memiliki sajian khas yang menjadi identitas tersendiri. Tak hanya menghadirkan cita rasa yang lezat, hidangan-hidangan ini juga menyimpan nilai filosofi serta jejak sejarah panjang yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Menariknya, sejumlah makanan khas Nusantara bahkan telah ada sejak lebih dari seribu tahun lalu dan tercatat dalam berbagai prasasti kuno, menunjukkan betapa kuatnya akar budaya kuliner di Indonesia. Dari masa ke masa, warisan rasa ini terus hidup dan menjadi bagian penting dari kekayaan budaya bangsa. Dilansir dari Kemenpar.go.id, berikut beberapa makanan tertua di Indonesia yang wajib untuk dicoba.

  1. Urap adalah hidangan sayuran yang direbus lalu dicampur dengan kelapa parut berbumbu. Berbagai jenis sayuran yang umum digunakan meliputi kangkung, bayam, kacang panjang, tauge, daun singkong, hingga kol. Campuran kelapanya diolah dengan bumbu halus seperti bawang merah, bawang putih, kencur, terasi, dan cabai, kemudian diaduk hingga merata.Kuliner ini telah dikenal sejak era Kerajaan Medang dan bahkan tercatat dalam Prasasti Linggasutan pada tahun 929 Masehi, menandakan bahwa urap merupakan salah satu warisan kuliner Nusantara yang sudah ada sejak lama.
  2. Dendeng merupakan salah satu kuliner khas Minangkabau yang juga memiliki versi di beberapa daerah di Jawa. Hidangan ini dibuat dari daging sapi yang diiris tipis, kemudian dikeringkan dan dibumbui sehingga menghasilkan tekstur yang gurih, renyah, serta lebih awet untuk disimpan. Keberadaan makanan ini sudah dapat ditelusuri sejak abad ke-10 M, dan bahkan tercatat dalam Prasasti Taji yang berasal dari tahun 901 Masehi, menunjukkan bahwa dendeng telah menjadi bagian dari tradisi kuliner Nusantara sejak masa lampau.
  3. Dodol merupakan camilan manis dengan tekstur kenyal yang sangat identik dengan Garut, Jawa Barat, meskipun di berbagai daerah lain juga ditemukan variasi serupa. Hidangan ini termasuk salah satu kuliner tertua, karena telah disebut dalam adaptasi kisah Ramayana versi Jawa, yakni salah satu karya sastra India yang pertama kali diadaptasi oleh masyarakat jawa.
  4. Lalapan umumnya disajikan sebagai pelengkap makanan berupa aneka sayuran segar seperti kemangi, selada, timun, tomat, hingga terong. Menariknya, tradisi makan lalapan ternyata sudah ada sejak zaman kuno.Catatan mengenai lalapan dapat ditemukan dalam Prasasti Jeru-jeru pada tahun 930 Masehi, yang berasal dari masa Kerajaan Medang. Hingga kini, lalapan masih menjadi bagian penting makanan khas masyarakat Indonesia, biasanya disantap bersama nasi, lauk, sambal, dan kerupuk.
  5. Papeda merupakan makanan khas Papua, terutama dari Suku Dani, yang telah ada sejak ratusan tahun lalu. Hidangan ini dibuat dari tepung sagu murni yang diseduh dengan air mendidih, menghasilkan tekstur lengket dan kenyal seperti lem. Biasanya, papeda disajikan bersama kuah ikan kuning. Cara menikmatinya pun cukup unik, yaitu adonan digulung menggunakan sumpit, kemudian dipindahkan ke piring sebelum disiram kuah ikan.
  6. Pecel adalah hidangan berupa sayuran rebus yang disiram dengan sambal kacang, dan ternyata sudah dikenal sejak abad ke-9. Catatan mengenai makanan ini dapat ditemukan dalam Kakawin Ramayana.Seiring waktu, popularitas pecel terus berkembang hingga melahirkan berbagai variasi di sejumlah daerah, seperti pecel Madiun, pecel Ponorogo, pecel bledek, pecel tumpang, hingga pecel bunga turi.

Keberagaman kuliner ini menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa dan patut dijaga bersama. Sudah sepatutnya kita terus melestarikan, mengenal, dan mencintai makanan tradisional sebagai bagian dari identitas bangsa yang tak ternilai.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....