Menjelajahi Kuliner Nusantara Lewat Siput Gonggong Khas Bangka Belitung
- 24 Jul 2026 22:28 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Siput gonggong merupakan salah satu fauna laut yang banyak ditemukan di perairan Bangka Belitung. Selain hidup di habitat alaminya, siput ini juga telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai kudapan tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner daerah. Melansier goodnewsfromindonesia.id, proses pengolahannya tergolong sederhana, namun mampu menghasilkan cita rasa yang khas sehingga menjadikan siput gonggong sebagai hidangan yang digemari, baik oleh warga lokal maupun wisatawan.
Di balik kelezatannya, siput gonggong juga menyimpan beragam kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Fauna laut ini dikenal kaya akan protein serta nutrisi penting lainnya yang baik untuk menunjang kebutuhan tubuh. Tak heran jika siput gonggong tidak hanya dikenal sebagai kuliner khas Bangka Belitung, tetapi juga sebagai salah satu sajian laut bernilai gizi tinggi. Lantas, apa saja manfaat dan kandungan nutrisi yang dimiliki siput gonggong? Yuk, simak ulasan selengkapnya.
Siput gonggong merupakan salah satu hasil laut yang menjadi ciri khas kuliner Bangka Belitung. Selain banyak ditemukan di wilayah tersebut, spesies ini juga hidup di perairan Kepulauan Riau dan daerah sekitarnya. Sejak dahulu, masyarakat Bangka Belitung telah memanfaatkan siput gonggong sebagai bahan pangan yang diolah menjadi kudapan tradisional. Meski belum diketahui secara pasti kapan tradisi tersebut bermula, kuliner ini tetap bertahan hingga kini dan menjadi bagian dari warisan kuliner daerah.
Mengutip Mongabay, tradisi mengonsumsi siput gonggong telah dikenal masyarakat Bangka Belitung selama ratusan tahun dan menjadikannya sebagai salah satu ikon kuliner setempat. Dalam penyajiannya, siput gonggong umumnya diolah dengan cara direbus atau digoreng, kemudian disantap bersama sambal sebagai camilan. Selain itu, tidak sedikit masyarakat yang menjadikannya sebagai lauk pendamping nasi karena cita rasanya yang gurih dan khas.
Seiring berjalannya waktu, keberadaan siput gonggong sebagai kuliner khas Bangka Belitung mulai berkurang. Kondisi ini bukan disebabkan oleh hilangnya tradisi mengolah atau mengonsumsi siput gonggong, melainkan karena populasinya di alam yang terus menurun. Siput gonggong sebelumnya banyak ditemukan di sejumlah perairan Bangka Belitung, seperti Teluk Kelabat, Tanjung Rusa, Pulau Ketawai, dan beberapa wilayah pesisir lainnya. Namun, perubahan kondisi lingkungan perairan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penurunan jumlah spesies tersebut.
Padahal, siput gonggong memiliki nilai gizi yang tinggi sehingga berpotensi menjadi sumber pangan yang bermanfaat bagi masyarakat. Berdasarkan artikel karya Iranda Urbiaz dan rekan-rekan berjudul: Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembentukan Komunitas Ibu-Ibu KWT (Kelompok Wanita Tani) untuk Pengolahan Siput Gong-Gong Menjadi Produk Tahan Lama yang dipublikasikan dalam Community Development Journal, siput gonggong mengandung protein, vitamin, dan berbagai mineral penting yang baik untuk menunjang kesehatan tubuh. Kandungan nutrisi tersebut menjadikan siput gonggong tidak hanya bernilai sebagai warisan kuliner daerah, tetapi juga sebagai bahan pangan yang memiliki manfaat gizi tinggi.
Lalu, bagaimanakah cara mengolahnya? Proses pengolahan siput gonggong tergolong sederhana, tetapi mampu menghasilkan cita rasa yang khas. Secara umum, kuliner tradisional ini diolah melalui dua metode utama, yaitu direbus dan digoreng.
1. Direbus
Siput gonggong direbus bersama racikan bumbu hingga matang, kemudian disajikan langsung. Daging siput biasanya diambil menggunakan tusuk gigi dan disantap bersama sambal atau pelengkap lainnya.
2. Digoreng
Pada metode ini, daging siput terlebih dahulu dikeluarkan dari cangkangnya, kemudian dibersihkan dan dikeringkan. Setelah dibumbui dengan garam dan merica, daging siput digoreng hingga kering sehingga menghasilkan tekstur yang renyah dan gurih.
Siput gonggong menjadi salah satu bukti kekayaan kuliner Nusantara yang patut dijaga dan dilestarikan. Selain memiliki cita rasa khas dan kandungan gizi yang tinggi, kuliner tradisional ini juga merupakan bagian dari warisan budaya Bangka Belitung yang perlu dikenalkan kepada generasi muda agar tetap lestari dan terus menjadi kebanggaan Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....