PBB Tetapkan 1 Oktober Hari Kopi Sedunia
- 18 Mar 2026 19:42 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak- Kopi bahkan sering menjadi simbol interaksi sosial, ekspresi budaya, serta tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Selain itu, kopi juga menjadi sumber mata pencaharian utama bagi jutaan keluarga di berbagai negara, terutama di negara berkembang.Tanggal 1 Oktober memang sudah lama dikenal sebagai momen untuk merayakan kopi bersama para pencintanya di seluruh dunia.
Pada Maret 2014, negara-negara anggota International Coffee Organization (ICO) sepakat menjadikan 1 Oktober sebagai hari perayaan bagi para pencinta kopi di seluruh dunia. Peringatan resmi pertama kemudian digelar pada 1 Oktober 2015 dan diluncurkan di Milan, Italia, saat berlangsungnya World Expo 2015.
Pada 10 Maret 2026, United Nations General Assembly atau Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kopi Sedunia atau International Coffee Day.
Keputusan tersebut diambil setelah Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi berjudul International Coffee Day. Mengutip United Nations, resolusi tersebut disahkan melalui pemungutan suara dengan hasil 150 negara mendukung, 1 negara menolak yaitu Amerika Serikat, serta 1 negara abstain yaitu Kanada. Rancangan resolusi tersebut sebelumnya diajukan oleh perwakilan Brasil.
Melalui resolusi ini, Majelis Umum PBB mengajak negara-negara anggota serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperingati International Coffee Day melalui berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kopi serta dampaknya terhadap ekonomi, sosial, dan lingkungan.
PBB menilai kopi memiliki nilai budaya, sosial, dan sejarah yang sangat penting. Sejak awal kemunculannya hingga sekarang, kopi tidak hanya menjadi komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
Produksi dan pengolahan kopi juga berkontribusi terhadap berbagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mulai dari mengurangi kemiskinan, mengatasi kelaparan, hingga menciptakan lapangan kerja yang layak.
Food and Agriculture Organization (FAO), organisasi pangan dan pertanian di bawah naungan PBB, pun menyambut positif penetapan Hari Kopi Sedunia tersebut. Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu, mengatakan bahwa kopi memiliki peran yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar minuman.
Kopi lebih dari sekadar minuman. Ini adalah komoditas global yang diperdagangkan luas, dari biji hingga penyajiannya, yang menopang mata pencaharian jutaan keluarga petani dan menghubungkan komunitas pedesaan dengan pasar di seluruh dunia,” katanya seperti dikutip dari laman Food and Agriculture Organization of the United Nations.
Sektor kopi juga menjadi sumber penghidupan bagi sekitar 25 juta petani dan menciptakan lapangan kerja di sepanjang rantai nilai industri kopi. Secara keseluruhan, industri kopi global menghasilkan pendapatan lebih dari USD 200 miliar setiap tahun.
Kopi juga termasuk salah satu komoditas yang paling banyak diperdagangkan di dunia. Pada tahun 2024, produksi kopi global mencapai lebih dari 11 juta ton, dengan sekitar 8 juta ton biji kopi diperdagangkan secara internasional.
Di Ethiopia dan Uganda, pendapatan dari ekspor kopi bahkan lebih besar dibandingkan biaya impor pangan. Sementara di Burundi, nilainya hampir setara dengan 20 persen biaya impor pangan negara tersebut.
Melalui peringatan ini, diharapkan dunia semakin menyadari tantangan dan peluang yang dihadapi jutaan petani kopi. Upaya tersebut juga diharapkan dapat memperkuat komitmen global dalam membangun sektor kopi yang lebih efisien, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pembangunan pedesaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....