Jalabia, Manisnya Warisan Kuliner Nusantara dari Bekasi

  • 17 Mar 2026 15:07 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Bekasi selama ini lebih dikenal sebagai kota industri yang sibuk di pinggiran ibu kota. Namun di balik citra modern tersebut, tersimpan beragam kekayaan kuliner tradisional yang tak kalah menarik. Salah satu di antaranya adalah jalabia, jajanan khas yang mulai jarang terdengar namanya.

Bagi sebagian orang, jalabia mungkin masih terasa asing. Keberadaannya kini memang tidak sebanyak dulu, meski masih ada beberapa penjual yang setia mempertahankan tradisi ini di sudut-sudut tertentu. Justru karena kelangkaannya, jalabia menjadi semakin menarik untuk dikenal lebih dekat.

Mengutip goodnewsfromindonesia.id, secara tampilan, jalabia memiliki bentuk bulat dengan lubang di tengah, mirip seperti donat. Namun, jangan terkecoh oleh bentuknya. Camilan ini memiliki karakter yang berbeda, baik dari bahan maupun teksturnya yang khas.

Jalabia dibuat dari campuran tepung ketan, santan, tepung beras, serta kelapa parut. Perpaduan bahan tersebut menghasilkan tekstur yang kenyal dan sedikit lengket. Adonan kemudian diuleni hingga kalis, dibentuk menyerupai cincin, lalu digoreng hingga berwarna kecokelatan, bahkan terkadang tampak lebih gelap jika menggunakan ketan hitam.

Keunikan jalabia justru terletak pada tahap akhirnya. Setelah digoreng, kue ini dicelupkan ke dalam larutan gula merah cair. Gula tersebut meresap ke dalam pori-pori kue, sehingga setiap gigitan menghadirkan sensasi manis yang langsung terasa dari dalam.

Perpaduan rasa manis dan gurih membuat jalabia memiliki cita rasa yang khas. Bagian luarnya cenderung sedikit keras, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan kenyal. Kombinasi tekstur ini menciptakan pengalaman tersendiri saat dinikmati, terutama ketika disajikan dalam kondisi hangat.

Meski tidak memiliki catatan sejarah yang pasti, jalabia tetap menjadi bagian dari warisan kuliner lokal yang patut dijaga. Jajanan ini masih bisa ditemukan di acara hajatan atau pasar tradisional di Bekasi. Kehadirannya menjadi pengingat bahwa di tengah arus modernisasi, cita rasa tradisional Nusantara tetap memiliki tempat di hati masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....