Darurat Asap Mengancam Anak, IDAI Beri Panduan untuk Orang Tua

  • 27 Agt 2026 19:21 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID,Biak - Kualitas udara yang memburuk akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan kembali menimbulkan kekhawatiran, khususnya bagi kesehatan anak. Paparan asap dapat mengganggu sistem pernapasan dan membuat anak lebih rentan mengalami berbagai masalah kesehatan. Menyikapi kondisi tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orang tua agar mengambil langkah perlindungan yang tepat untuk meminimalkan risiko paparan asap pada anak.

Berikut ini panduan penting terkait evakuasi dan perlindungan anak dalam situasi kabut asap berdasarkan rekomendasi IDAI seperti dikutip dari Idntimes :

1. Kurangi paparan asap

Langkah pertama yang krusial adalah meminimalkan paparan langsung polusi udara terhadap anak:

Tetap berada di dalam ruangan dengan pintu dan jendela tertutup rapat. Gunakan AC dengan mode recirculate, serta nyalakan air purifier (penyaring udara) di dalam rumah jika tersedia.

Hindari aktivitas yang dapat memperparah polusi, kurangi kegiatan anak di luar ruangan dan segera pindahkan kelompok berisiko tinggi ke tempat dengan udara yang lebih bersih jika diperlukan.

2. Gunakan jenis masker yang tepat

Jika anak terpaksa beraktivitas di luar ruangan atau terpapar polusi tinggi, lakukan ini:

Gunakan respirator jenis N95 yang terpasang rapat pada wajah. Masker ini dirancang untuk menyaring lebih dari 95 persen partikel berukuran sekitar 0.3PM.

Jika anak terpapar asap yang sangat parah hingga membutuhkan masker, prioritaskan untuk membawa anak langsung ke tempat dengan udara yang lebih bersih.

Selalu ganti masker apabila sudah kotor.

3. Sedia obat yang diresepkan dokter

Dalam situasi darurat kesehatan akibat kabut asap, penanganan medis harus dilakukan secara hati-hati.

Sediakan obat antiinflamasi steroid dan pemberian bronkodilator (salbutamol).

Adapun pemberian obat-obat tersebut harus atas indikasi medis oleh dokter dan tidak digunakan untuk jangka panjang.

Pemberian suplementasi oksigen, baik di dalam maupun di luar lingkungan rumah sakit harus sesuai indikasi medis oleh dokter.

Perlu diketahui juga bahwa suplementasi oksigen temporer tidak memberikan manfaat yang optimal selama kualitas udara lingkungan masih buruk.

4. Prosedur evakuasi

Asap tebal akibat karhutla masih menyelimuti Kalbar. (IDN Times/Teri).

Jika kondisi mengharuskan evakuasi, ikuti protokol yang aman dan terorganisir:

Lakukan evakuasi hanya jika udara di lokasi tujuan terbukti lebih bersih dan jalankan secara terorganisir.

Berikan prioritas utama kepada anak-anak dengan penyakit kronik, kebutuhan medis khusus, serta penyandang disabilitas.

Siapkan tas siaga untuk kebutuhan minimal 5 hari, yang mencakup obat rutin, masker, air bersih, makanan, dokumen penting dan alat bantu.

Pilih cleaner air shelter (tempat pengungsian) yang aman, bersih, mudah diakses dan ramah anak.

Jika kondisi medis anak memburuk, segera evakuasi ke fasilitas kesehatan dengan kualitas udara dan layanan medis yang lebih memadai.

Setelah evakuasi, pastikan reunifikasi keluarga berjalan dengan baik dan berikan dukungan psikologis untuk memulihkan mental anak.

Anak adalah kelompok rentan dalam setiap bencana. Dengan kesiapan dan penanganan yang tepat sesuai standar medis, menurut IDAI, kita dapat meminimalkan dampak buruk kabut asap terhadap masa depan mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....