Campak pada Anak: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

  • 27 Mar 2026 08:39 WIB
  •  Biak

RRI.CIO.DI. Biak - Siapa sangka, penyakit yang kerap dianggap sepele ini ternyata masih menjadi ancaman serius bagi anak-anak di Indonesia. Campak, penyakit menular yang disebabkan oleh virus morbillivirus, kembali mencuri perhatian setelah ribuan kasus dilaporkan di berbagai wilayah Indonesia sepanjang 2025 hingga awal 2026.

Sepanjang 2025, Kemenkes mencatat 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium dan 69 kasus kematian. Memasuki tahun 2026 hingga minggu ke-7, tercatat 8.224 kasus suspek, 572 kasus terkonfirmasi, serta 4 kasus kematian, dengan 21 KLB campak yang tersebar di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi.

Kondisi ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, terutama para orang tua, untuk lebih memahami penyakit campak, mulai dari gejala, penularan, hingga cara pencegahannya.

Pengertian

Campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus morbillivirus. Penyakit ini paling banyak menyerang anak-anak, meski orang dewasa yang belum pernah mendapat vaksinasi atau belum pernah terinfeksi sebelumnya tetap berisiko tertular.

Penyebab

Penyebab campak adalah virus morbillivirus yang hidup dan berkembang di saluran pernapasan. Virus ini berpindah dari satu orang ke orang lain melalui percikan udara ketika penderita batuk maupun bersin. Yang perlu diwaspadai, virus ini mampu bertahan di udara bebas maupun pada benda-benda di sekitar penderita selama kurang lebih dua jam. Artinya, seseorang bisa tertular campak meskipun tidak bersentuhan langsung dengan penderita.

Gejala

Gejala campak umumnya baru terasa antara 10 hingga 14 hari sejak pertama kali tubuh terpapar virus. Pada tahap awal, gejalanya kerap mirip dengan flu biasa, antara lain:

Beberapa hari kemudian, ruam kemerahan mulai muncul di area wajah dan leher, lalu secara bertahap menyebar ke seluruh bagian tubuh hingga ke ujung tangan dan kaki. Ruam ini biasanya berlangsung selama lima hingga enam hari.

Diagnosis

Untuk memastikan seseorang menderita campak, dokter biasanya melakukan:

  • Pemeriksaan fisik untuk melihat tanda-tanda khas seperti ruam dan bintik Koplik

  • Pemeriksaan darah guna mendeteksi antibodi terhadap virus campak dalam tubuh

Pengobatan

Hingga saat ini belum ada obat yang secara khusus dapat membunuh virus campak. Penanganan yang diberikan umumnya bertujuan meringankan gejala dan mencegah kondisi memburuk, di antaranya:

  • Istirahat yang cukup agar tubuh dapat memulihkan diri

  • Pemberian obat penurun demam seperti paracetamol untuk mengatasi demam tinggi

  • Konsumsi cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi akibat diare atau muntah

  • Pemberian antibiotik apabila muncul infeksi lanjutan seperti radang telinga atau pneumonia

  • Suplemen vitamin A sebanyak dua dosis dalam rentang 24 jam, yang terbukti membantu melindungi kesehatan mata sekaligus menekan risiko kematian akibat campak

Komplikasi

Jika tidak ditangani dengan baik, campak berpotensi menimbulkan komplikasi yang membahayakan, seperti:

Kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi adalah anak-anak di bawah usia lima tahun, terutama mereka yang mengalami kekurangan gizi atau memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Pencegahan

Langkah pencegahan yang paling efektif adalah:

  • Vaksinasi MMR (campak, gondongan, rubella) yang diberikan saat anak berusia 9 hingga 12 bulan, dengan dosis penguat pada usia 5 hingga 6 tahun

  • Menghindari kontak langsung dengan penderita campak

  • Memastikan jadwal imunisasi anak terpenuhi sesuai program pemerintah

Vaksinasi campak telah terbukti menjadi salah satu intervensi kesehatan paling berhasil di dunia. Dalam kurun waktu 2000 hingga 2024, program imunisasi campak secara global berhasil menyelamatkan puluhan juta jiwa.

Meski kerap dianggap penyakit ringan, campak dapat berkembang menjadi kondisi yang serius bahkan mengancam jiwa, khususnya pada anak-anak. Dengan memahami gejala, cara penularan, dan langkah pencegahannya, orang tua dapat mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi buah hati. Vaksinasi lengkap dan tepat waktu tetap menjadi benteng utama dalam mencegah penyebaran campak.

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Campak pada Anak. ayosehat.kemkes.go.id

  2. World Health Organization. Measles. who.int

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....