Jangan Asal Memberi Suplemen, Kenali Vitamin yang Dibutuhkan Anak
- 23 Mei 2026 13:35 WIB
- Biak
RRI.CO.ID,Biak-Kesehatan anak menjadi perhatian utama para orang tua, terutama dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal setiap hari. Selain makanan bergizi dan pola hidup sehat, asupan vitamin juga berperan penting untuk menjaga daya tahan tubuh, mendukung perkembangan otak, hingga membantu pertumbuhan tulang dan gigi anak. Namun, tidak semua vitamin harus dikonsumsi setiap hari secara berlebihan. Orang tua perlu memahami jenis vitamin yang benar-benar dibutuhkan anak sesuai usia dan kondisi kesehatannya.
Melansir Popmama.com, berikut vitamin yang perlu dikonsumsi anak setiap hari dan tidak.
Vitamin yang Perlu Dikonsumsi Anak Setiap Hari
1. Vitamin D
Vitamin D termasuk nutrisi penting yang dianjurkan dikonsumsi setiap hari. Vitamin ini berperan penting dalam membantu penyerapan kalsium dan menjaga kesehatan tulang serta gigi si Kecil.
Kekurangan vitamin D pada anak dapat menyebabkan riketsia nutrisional, yaitu gangguan pertumbuhan tulang yang biasanya terjadi pada usia 6 bulan hingga 2,5 tahun. Gejalanya meliputi kelemahan otot, keterlambatan perkembangan motorik, bentuk kaki O, hingga keterlambatan pertumbuhan gigi.
Melansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kebutuhan vitamin D pada bayi usia 0–12 bulan adalah 400 IU per hari, baik bayi mendapatkan ASI eksklusif maupun tidak. Sementara anak usia di atas 12 bulan membutuhkan sekitar 600 IU per hari.
| Baca juga: Benarkah Mangga Bikin Gemuk? |
2. Zat besi
Zat besi juga termasuk nutrisi yang penting diberikan secara rutin, terutama setelah bayi memasuki usia 6 bulan. Pada usia ini, cadangan zat besi dalam tubuh mulai berkurang dan ASI saja tidak lagi mencukupi kebutuhan harian bayi.
Kekurangan zat besi dapat berdampak pada perkembangan kecerdasan, perilaku, hingga kemampuan motorik anak. Anak dengan anemia defisiensi besi biasanya tampak lebih lemas, sulit fokus, mudah rewel, dan lambat merespons.
Kebutuhan zat besi bayi usia 6–12 bulan sekitar 11 mg per hari, sedangkan anak usia 1–3 tahun membutuhkan sekitar 7 mg per hari. Pemberian zat besi tambahan biasanya disesuaikan dengan kondisi anak, seperti berat badan lahir rendah atau prematur, sehingga sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak.
Vitamin yang Tidak Perlu Dikonsumsi Setiap Hari
Zinc
Zinc tidak selalu perlu diberikan setiap hari. Suplemen zinc lebih dianjurkan saat anak mengalami diare akut untuk membantu mempercepat pemulihan dan menjaga daya tahan tubuh.
Probiotik
Probiotik juga tidak wajib dikonsumsi rutin setiap hari. Suplemen ini biasanya diberikan sesuai kondisi tertentu, misalnya ketika anak mengalami gangguan pencernaan atau sedang menjalani pengobatan tertentu.
Minyak Ikan atau DHA
Minyak ikan dan DHA sebenarnya bisa diperoleh dari makanan sehari-hari seperti ikan laut, telur, atau susu. Karena itu, suplemen DHA tidak selalu wajib diberikan setiap hari jika kebutuhan nutrisi anak sudah terpenuhi dari makanan.
Kalsium
Kalsium tetap penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi, tetapi kebutuhan hariannya sebaiknya dipenuhi terlebih dahulu dari makanan seperti susu, keju, yogurt, tahu, dan sayuran hijau.
Kenali Tanda Anak Kekurangan Vitamin
Orang tua juga perlu mengenali beberapa tanda kekurangan vitamin pada anak agar kebutuhan nutrisinya bisa segera disesuaikan. Berikut beberapa tanda yang umum terjadi:
Kekurangan vitamin D: anak lebih mudah sakit, lemas, dan sering batuk pilek
Kekurangan vitamin C: gusi mudah meradang, mimisan, dan mudah memar
Kekurangan zat besi: anak tampak pucat, lesu, dan mudah pusing
Kekurangan vitamin A: mata dan kulit terasa kering
Kekurangan vitamin E: koordinasi tubuh terganggu dan otot melemah
Kekurangan zinc: diare, rambut rontok, dan radang kulit
Tips Memberikan Vitamin untuk Bayi
Pastikan kandungannya cocok untuk anak
Sebelum memberikan vitamin, pastikan si Kecil tidak memiliki alergi terhadap kandungan tertentu agar tidak memicu reaksi alergi.
Perhatikan dosis pada label
Pemberian vitamin yang berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan anak. Karena itu, selalu ikuti aturan pakai dan dosis yang dianjurkan pada kemasan atau oleh dokter.
Hindari memberikan dua suplemen sekaligus
Beberapa produk vitamin sudah mengandung kombinasi nutrisi lengkap. Memberikan dua suplemen sekaligus tanpa pengawasan dokter bisa meningkatkan risiko kelebihan dosis.
Konsultasikan dengan dokter
Jika bayi masih berusia di bawah 6 bulan atau Mama masih bingung menentukan vitamin yang tepat, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak karena setiap bayi memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda.
Dengan memenuhi kebutuhan vitamin secara tepat dan seimbang, anak dapat tumbuh lebih sehat, aktif, dan memiliki daya tahan tubuh yang baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....