Self-Care Pun Menjadi Target yang Harus Dicapai

  • 13 Agt 2026 19:02 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Self-care awalnya dikenal sebagai cara sederhana untuk memberi waktu kepada diri sendiri. Istirahat, melakukan hobi, menikmati waktu tenang, atau sekadar menjauh sejenak dari kesibukan bisa menjadi bentuk perhatian terhadap diri. Namun, di era media sosial, self-care terkadang berubah menjadi sesuatu yang justru terasa seperti kewajiban.

Mengutip dari Naluri.life, berbagai konten tentang rutinitas pagi, olahraga, journaling, skincare, meditasi, hingga produktivitas membuat self-care terlihat seperti daftar target yang harus diselesaikan. Akibatnya, seseorang bisa merasa bersalah ketika tidak mampu mengikuti rutinitas yang dianggap ideal.

Padahal, kebutuhan setiap orang berbeda. Self-care tidak harus selalu terlihat menarik atau menghasilkan sesuatu. Tidur lebih awal, mengambil waktu untuk beristirahat, mengatakan tidak pada aktivitas yang melelahkan, atau menikmati waktu tanpa melakukan apa pun juga bisa menjadi bentuk self-care.

Ketika self-care berubah menjadi target, tujuan awalnya justru bisa hilang. Alih-alih merasa lebih tenang, seseorang malah merasa tertekan karena harus memenuhi standar tertentu.

Self-care seharusnya bukan perlombaan untuk menjadi versi diri yang paling sempurna. Tidak ada jadwal yang wajib diikuti atau pencapaian yang harus dipamerkan. Yang terpenting adalah memahami kebutuhan diri dan memberikan ruang untuk beristirahat tanpa merasa bersalah.

Merawat diri bukan tentang seberapa banyak rutinitas yang berhasil dilakukan, tetapi tentang bagaimana kita memperlakukan diri dengan lebih bijak dan manusiawi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....