Kenapa Sering Overthinking? Ini Penjelasannya Menurut Psikologi
- 31 Jul 2026 14:34 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak – Overthinking atau kebiasaan memikirkan sesuatu secara berlebihan sering dialami banyak orang, terutama saat menghadapi keputusan penting atau situasi yang penuh tekanan. Meski kerap dianggap sebagai kebiasaan negatif, psikologi memandang bahwa overthinking juga dapat menjadi tanda seseorang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Dikutip dari artikel Kabar Bandung, orang yang sering overthinking umumnya bukan sekadar mudah cemas. Mereka cenderung ingin memastikan segala sesuatu berjalan dengan baik sehingga lebih banyak mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan.
Memiliki Empati yang Tinggi
Seseorang yang sering overthinking biasanya memiliki rasa empati yang besar. Mereka kerap memikirkan perasaan orang lain dan berusaha menghindari tindakan yang dapat menyakiti atau mengecewakan orang di sekitarnya. Karena terlalu mempertimbangkan berbagai sudut pandang, mereka sering menghabiskan waktu lebih lama dalam mengambil keputusan.
Ingin Melakukan yang Terbaik
Keinginan untuk memberikan hasil terbaik juga menjadi salah satu penyebab seseorang mudah overthinking. Mereka cenderung mengevaluasi setiap pilihan secara mendalam agar tidak melakukan kesalahan. Sikap ini dapat menjadi kelebihan karena mendorong seseorang lebih teliti. Namun, jika berlebihan justru dapat membuat seseorang sulit bertindak.
Bertanggung Jawab terhadap Keputusan
Orang yang overthinking umumnya memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Mereka berusaha memikirkan dampak dari setiap keputusan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Hal ini membuat mereka lebih berhati-hati, meski terkadang menimbulkan rasa khawatir yang berlebihan.
Mudah Menganalisis Berbagai Kemungkinan
| Baca juga: Begadang dan Dampaknya Bagi Tubuh dan Mental |
Kebiasaan menganalisis berbagai skenario merupakan salah satu ciri orang yang sering overthinking. Mereka mencoba mempersiapkan diri terhadap kemungkinan terbaik maupun terburuk. Kemampuan ini dapat membantu dalam perencanaan, tetapi juga dapat menguras energi mental apabila dilakukan tanpa batas.
Penting Menjaga Keseimbangan Pikiran
Meski kepedulian merupakan sifat yang positif, overthinking tetap perlu dikelola agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Membatasi waktu untuk memikirkan suatu masalah, fokus pada hal yang dapat dikendalikan, serta melatih teknik relaksasi dapat membantu mengurangi kebiasaan berpikir berlebihan.
Apabila overthinking mulai memengaruhi kualitas tidur, pekerjaan, atau hubungan dengan orang lain, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental untuk mendapatkan pendampingan yang tepat.
Memiliki kepedulian yang tinggi merupakan hal yang baik, tetapi penting untuk tetap menjaga keseimbangan antara berpikir matang dan mengambil tindakan. Dengan mengelola overthinking secara sehat, seseorang dapat tetap berhati-hati tanpa kehilangan kesempatan untuk berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....