Beras Kencur, Jamu dengan Manfaat Energi hingga Antioksidan

  • 24 Jul 2026 05:59 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID,Biak-Di balik cita rasanya yang khas, beras kencur menyimpan berbagai manfaat kesehatan yang menarik untuk diketahui. Minuman tradisional ini dipercaya dapat membantu meningkatkan energi sekaligus memberikan asupan senyawa antioksidan yang baik bagi tubuh.

Melansir idntimes.com, berikut beberapa potensi manfaat jamu beras kencur bagi kesehatan tubuh.

1. Menyediakan senyawa dengan aktivitas antioksidan

Beras kencur mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang dapat bekerja sebagai antioksidan. Antioksidan membantu menetralkan radikal bebas, yaitu molekul reaktif yang dapat merusak komponen sel apabila jumlahnya berlebihan.

Sebuah penelitian menemukan bahwa sampel minuman beras kencur memiliki aktivitas penangkal radikal bebas, kandungan fenolik, flavonoid, serta kemampuan mereduksi zat pengoksidasi. Aktivitas tersebut masih ditemukan setelah proses pemanasan, meskipun besarnya berbeda menurut metode pengolahan.

Akan tetapi, hasil uji laboratorium tidak otomatis berarti beras kencur terbukti mencegah kanker, penyakit jantung, atau memperkuat imun. Untuk membuktikan manfaat tersebut masih perlu penelitian lebih lanjut yang mengukur dampaknya langsung pada manusia.

2. Berpotensi membantu mengurangi kelelahan fisik

Reputasi beras kencur sebagai jamu penambah tenaga memiliki sedikit dukungan dari penelitian. Dalam sebuah penelitian pada mencit, ramuan modifikasi beras kencur memperpanjang waktu berenang dan mengurangi peningkatan kadar laktat darah setelah aktivitas fisik.

Penelitian lain pada tikus menemukan bahwa sirop berisi ekstrak etanol rimpang kencur memberikan efek antikelelahan yang meningkat sesuai dosis. Namun, penelitian tersebut menggunakan ekstrak terstandar pada hewan, bukan minuman beras kencur yang biasa dikonsumsi.

Dengan demikian, beras kencur belum bisa disebut sebagai peningkat stamina yang teruji. Rasa lebih bertenaga setelah meminumnya mungkin berasal dari karbohidrat dalam beras dan gula yang cepat menyediakan energi, bukan semata-mata dari kencur.

3. Memiliki potensi antiinflamasi

Kencur mengandung senyawa seperti ethyl p-methoxycinnamate atau EPMC. Penelitian pada sel dan hewan menunjukkan bahwa senyawa ini dapat memengaruhi sejumlah jalur peradangan, termasuk interleukin-1 dan tumor necrosis factor-alpha.

Sebuah uji klinis skala kecil membandingkan ekstrak kencur 160 miligram per hari dengan meloksikam pada pasien osteoartritis lutut. Dari 40 peserta, 35 menyelesaikan penelitian selama 10 hari. Nyeri, kekakuan, dan fungsi fisik membaik pada kedua kelompok tanpa perbedaan bermakna di antara keduanya.

Temuan tersebut menjanjikan, tetapi penelitian berukuran kecil dan berlangsung singkat. Hasilnya juga tidak membuktikan bahwa jamu beras kencur dapat menggantikan obat antinyeri atau terapi osteoartritis.

4. Dapat memberikan tambahan energi dengan cepat

Beras dan pemanis membuat beras kencur mengandung karbohidrat. Minuman ini bisa memberikan tambahan energi, terutama ketika diminum setelah beraktivitas atau saat asupan makanan sedang berkurang.

Akan tetapi, manfaat tersebut dapat berubah apabila jamu dibuat sangat manis atau diminum berkali-kali dalam sehari.

Asupan gula perlu dibatasi untuk menurunkan risiko kenaikan berat badan yang tidak sehat dan kerusakan gigi.

Orang dengan diabetes, prediabetes, atau yang sedang mengatur berat badan sebaiknya memilih beras kencur rendah gula dan mengategorikannya sebagai minuman manis, bukan pengganti air putih.

Cara mengonsumsi beras kencur dengan lebih aman

Selain gula, kebersihan pengolahan merupakan hal penting. Penelitian terhadap sampel beras kencur dari beberapa produsen lokal menemukan kontaminasi bakteri, termasuk koliform dan Escherichia coli, serta ragi dan kapang.

Temuan tersebut tidak berarti semua beras kencur terkontaminasi, tetapi menunjukkan bahwa jamu ini dapat menjadi tempat mikroba berkembang apabila kebersihan dan penyimpanannya buruk.

Penelitian lain menemukan bahwa blansir dan pasteurisasi dapat menurunkan jumlah mikroba dalam beras kencur. Pilih produk yang dibuat dengan air bersih, alat yang higienis, disimpan dingin, serta tidak berbau asam, berbuih, atau berubah rasa. Untuk produk kemasan, periksa izin edar dan tanggal kedaluwarsanya.

Jadi, jamu beras kencur dapat menyediakan senyawa dengan aktivitas antioksidan dan tambahan energi, disertai potensi antikelelahan serta antiinflamasi. Namun, masih butuh pembuktian lebih kuat pada manusia.

Beras kencur boleh menjadi bagian dari pola makan, tetapi bukan obat untuk kelelahan berkepanjangan, nyeri terus-menerus, atau penyakit tertentu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....