Telur Ceplok dan Telur Dadar, Mana yang lebih Bergizi?
- 22 Jul 2026 08:50 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak – Telur adalah salah satu sumber protein paling populer dan mudah diolah dalam menu sehari-hari. Namun, di antara berbagai cara memasaknya, telur ceplok dan telur dadar sering menjadi pilihan favorit karena praktis dan cepat disajikan. Meski berasal dari bahan yang sama, kedua metode memasak ini ternyata bisa memberikan dampak berbeda terhadap kandungan gizi yang dihasilkan, mulai dari jumlah kalori, lemak, hingga nutrisi lain yang tetap terjaga atau justru berkurang selama proses memasak. Lantas, mana yang sebenarnya lebih sehat dan bergizi, telur ceplok atau telur dadar?.
Menurut Dr Karina Rahmadia Ekawidyani Selaku Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University (Mengutip situs IPB University) , secara umum telur ceplok dan telur dadar memiliki kandungan gizi yang hampir sama. Perbedaan utamanya terletak pada jumlah minyak dan bahan tambahan yang digunakan selama proses pengolahan. Hal tersebut terkait kandungan kalori dan lemak olahan telur nantinya. Telur dadar berpotensi memiliki kandungan kalori dan lemak yang lebih tinggi karena cenderung menyerap lebih banyak minyak. Selain itu, penambahan bahan seperti keju, tepung, sosis, atau daging cincang juga dapat meningkatkan nilai energi pada hidangan tersebut.
Dr Karina juga menyoroti proses masak telur yang justru bisa meningkatkan kualitas gizinya. "Proses memasak telur dapat meningkatkan daya cerna dan penyerapan protein hingga sekitar 91 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan telur mentah yang hanya sekitar 51 persen," jelasnya. Meski demikian, ia mengingatkan agar telur tidak dimasak pada suhu yang terlalu tinggi dalam waktu lama. Suhu memasak yang dianjurkan berkisar 60-80 derajat Celsius.
Jika telur dimasak di atas 150-160 derajat Celsius, maka berpotensi merusak sebagian asam amino dan menurunkan kualitas gizinya.
Dengan demikian, baik telur ceplok maupun telur dadar sebenarnya sama-sama bergizi, asalkan diolah dengan cara yang tepat. Kuncinya ada pada jumlah minyak, bahan tambahan, dan suhu memasak yang digunakan. Agar manfaat gizinya tetap optimal, sebaiknya masak telur secukupnya, hindari suhu terlalu tinggi, serta batasi penggunaan minyak dan bahan tambahan berkalori tinggi. Dengan begitu, telur tetap bisa menjadi menu sehari-hari yang praktis sekaligus menyehatkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....