Bahaya Begadang bagi Kesehatan, dari Obesitas hingga Penyakit Jantung
- 30 Jun 2026 09:49 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak – Begadang sering dianggap sebagai kebiasaan yang biasa dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan, belajar, atau sekadar menikmati hiburan. Padahal, jika dilakukan terus-menerus, kurang tidur dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Dikutip dari artikel Prokalteng, kebiasaan begadang tidak hanya membuat tubuh mudah lelah dan sulit berkonsentrasi, tetapi juga dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung apabila berlangsung dalam jangka panjang.
Begadang Mengganggu Keseimbangan Hormon
Kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar, yaitu ghrelin dan leptin. Saat seseorang sering begadang, kadar ghrelin cenderung meningkat sehingga nafsu makan bertambah, sementara leptin yang memberikan rasa kenyang justru menurun.
Akibatnya, seseorang lebih mudah merasa lapar dan cenderung mengonsumsi makanan tinggi kalori, yang pada akhirnya dapat memicu kenaikan berat badan.
Meningkatkan Risiko Obesitas
Selain memengaruhi nafsu makan, kurang tidur juga dapat mengganggu metabolisme tubuh. Kombinasi antara peningkatan asupan kalori dan metabolisme yang tidak optimal membuat risiko obesitas menjadi lebih tinggi.
Obesitas sendiri merupakan salah satu faktor risiko berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Berisiko Memicu Diabetes
Tidur yang tidak cukup juga dapat memengaruhi sensitivitas insulin. Ketika tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin, kadar gula darah lebih sulit dikendalikan sehingga risiko diabetes tipe 2 meningkat.
Karena itu, menjaga kualitas dan durasi tidur menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan metabolisme tubuh.
Kesehatan Jantung Ikut Terdampak
Kebiasaan begadang dalam jangka panjang dapat meningkatkan tekanan darah, memicu peradangan, serta meningkatkan produksi hormon stres seperti kortisol. Kondisi tersebut dapat memperbesar risiko penyakit jantung hingga serangan jantung.
Para ahli juga menyarankan orang dewasa untuk memenuhi kebutuhan tidur sekitar 7–9 jam setiap malam guna menjaga kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan.
Terapkan Pola Tidur yang Sehat
Untuk mengurangi dampak buruk begadang, usahakan tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari. Batasi penggunaan gawai sebelum tidur, kurangi konsumsi kafein pada malam hari, serta ciptakan suasana kamar yang nyaman agar kualitas tidur lebih baik.
Jika Anda sering mengalami kesulitan tidur atau merasa lelah meski sudah tidur cukup, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Menjaga waktu tidur sama pentingnya dengan menerapkan pola makan sehat dan rutin berolahraga. Dikutip dari artikel Prokalteng, kebiasaan begadang yang terus dilakukan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, seperti obesitas, diabetes, hingga serangan jantung. Karena itu, memenuhi kebutuhan tidur setiap malam merupakan salah satu langkah sederhana untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....