Dari Kebiasaan Jadi Gangguan: Mengenal Hoarding Disorder
- 16 Apr 2026 16:27 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Pernahkah Anda merasa sangat sulit membuang barang, bahkan yang sudah tidak terpakai? Kondisi ini tidak selalu sekadar kebiasaan menimbun biasa. Dalam dunia kesehatan mental, hal tersebut bisa berkaitan dengan hoarding disorder, yaitu gangguan yang sering kali kurang dipahami oleh masyarakat.
Mengutip fimela.com, Hoarding disorder ditandai dengan kesulitan yang terus-menerus dalam membuang atau melepaskan barang tanpa memandang nilai sebenarnya, sehingga barang menumpuk dan membuat ruang hidup menjadi sempit, tidak nyaman, bahkan tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Berbeda dengan hobi mengoleksi yang umumnya terorganisir, kondisi ini menyebabkan penumpukan yang tidak terkendali, sehingga penting untuk dikenali agar penderita dapat memperoleh pemahaman dan dukungan yang tepat dari lingkungan sekitarnya.
1. Apa Itu Hoarding Disorder dan Bedanya dengan Koleksi Biasa?
Hoarding disorder adalah kondisi mental yang membuat seseorang kesulitan ekstrem untuk membuang barang, bahkan yang tidak memiliki nilai guna. Saat mencoba membuang barang, penderita dapat merasakan kecemasan, stres, atau ketakutan berlebihan. Banyak dari mereka merasa barang tersebut masih akan berguna atau memiliki nilai emosional yang tinggi.
Penumpukan barang yang terjadi sering kali membuat ruang hidup tidak dapat digunakan secara normal, seperti tempat tidur yang tertutup barang atau dapur yang tidak bisa dipakai. Selain itu, penderita juga cenderung kesulitan mengambil keputusan, sering menunda, dan merasa tidak nyaman jika orang lain menyentuh barang miliknya.
2. Mengungkap Penyebab dan Dampak Hoarding Disorder
Penyebab hoarding disorder belum dapat dipastikan secara pasti, namun beberapa faktor seperti genetik, pengalaman traumatis, serta gangguan mental lain seperti depresi dan OCD diduga berperan. Lingkungan masa kecil dan pengalaman hidup yang sulit juga dapat memicu perilaku ini, yang biasanya mulai muncul sejak usia remaja dan berkembang seiring waktu.
Dampaknya cukup serius, mulai dari risiko kecelakaan di rumah, lingkungan yang tidak higienis, hingga gangguan kesehatan fisik dan mental. Penderita juga sering mengalami tekanan emosional, rasa malu, serta kesulitan dalam hubungan sosial dan keluarga.
3. Diagnosis dan Penanganan Efektif untuk Mengenal Hoarding Disorder
Diagnosis dilakukan oleh tenaga profesional kesehatan mental dengan mengacu pada kriteria yang berlaku, seperti kesulitan membuang barang, penumpukan yang mengganggu fungsi ruang, serta dampak signifikan terhadap kehidupan sehari-hari. Penting untuk membedakan kondisi ini dari kebiasaan berantakan biasa.
Penanganan utama dilakukan melalui Terapi Perilaku Kognitif (CBT), yang membantu penderita mengubah pola pikir dan perilaku terkait menimbun. Selain itu, dukungan keluarga, penggunaan obat jika diperlukan, serta langkah-langkah sederhana seperti mulai membersihkan secara bertahap dapat membantu proses pemulihan. Penanganan sejak dini sangat penting agar kondisi tidak semakin memburuk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....