Mengenal Gangguan Bipolar dan Penyebabnya
- 30 Mar 2026 09:09 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Gangguan bipolar bukanlah masalah modern, dan diagnosisnya sudah ada sejak Yunani kuno. Penyebutan paling awal tentang gangguan mental ini dapat ditemukan dalam literatur medis dokter Hippocrates, yang sering disebut sebagai "bapak kedokteran." Ia mendokumentasikan temuannya tentang dua suasana hati yang berlawanan kutub — yang sekarang dikenal sebagai depresi dan mania.
Gangguan bipolar adalah gangguan mental kronis yang ditandai dengan perubahan drastis dan ekstrem pada suasana hati (mood), energi, dan tingkat aktivitas. Penderita mengalami fase mania (sangat gembira/berenergi) dan depresi (sangat sedih/putus asa), yang memengaruhi kemampuan beraktivitas sehari-hari. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis seperti psikiatri dan psikoterapi.
Melansir laman National Today, Pemahaman konseptual modern tentang gangguan bipolar terjadi pada abad ke-19. Deskripsi independen tentang gangguan bipolar dipresentasikan kepada Académie de Médecine di Paris pada tahun 1854 oleh ahli neurologi Prancis Jules Baillarger dan psikiater Prancis Jean-Pierre Falret. Istilah ‘gangguan bipolar’ belum diciptakan saat itu, sehingga Baillarger menyebut penyakit ini sebagai ‘folie à double forme,’ yang berarti kegilaan bentuk ganda, dan Falret menyebutnya ‘folie circulaire,’ yang berarti kegilaan melingkar.
Perbedaan utama antara depresi dan bipolar terletak pada ada tidaknya episode mania/hipomania. Depresi (Unipolar) hanya melibatkan fase kesedihan mendalam, sementara bipolar melibatkan perubahan suasana hati ekstrem antara fase depresi (sedih) dan mania (energi tinggi/euforia). Bipolar lebih dari sekadar perubahan suasana hati biasa karena melibatkan siklus naik-turun drastis yang memengaruhi fungsi sehari-hari. Perlu diketahui bahwa, penyakit bipolar adalah kondisi seumur hidup. Artinya, masalah kesehatan mental ini tidak bisa sembuh seutuhnya.
Penyebab Bipolar cukup beragam. Ada yang mengalami Bipolar karena faktor genetic, yaitu mereka dengan riwayat keluarga bipolar memiliki risiko lebih tinggi. Penyebab lainnya yaitu ketidakseimbangan neurotransmitter atau perubahan kimia otak. Selain itu Stres dan Trauma seperti kejadian hidup yang menimbulkan stres tinggi juga bisa mnyadi salah satu penyebab seseorang mengalami gangguan Bipolar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....