Hari Bipolar Sedunia Diperingati Setiap 30 Maret
- 30 Mar 2026 08:57 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Hari Bipolar Sedunia diperingati setiap tanggal 30 Maret, bertepatan dengan hari ulang tahun pelukis Belanda Vincent van Gogh, salah satu seniman paling berpengaruh dalam sejarah seni Barat. Kreativitasnya beriringan dengan penyakit mentalnya dan ia didiagnosis menderita gangguan bipolar setelah kematiannya.
Gangguan bipolar secara dramatis memengaruhi suasana hati dan dapat mengakibatkan episode depresi dan euforia, yang dapat memengaruhi kesehatan, produktivitas, dan hubungan seseorang. Hari Bipolar Sedunia mendidik dan mempromosikan penyebaran informasi tentang gangguan bipolar melalui upaya kolaborasi internasional.
Mengutip laman National Today, Hari Bipolar Sedunia adalah inisiatif dari International Society for Bipolar Disorders (ISBD) yang bermitra dengan International Bipolar Foundation (IBPF) dan Asian Network of Bipolar Disorders (ANBD).
| Baca juga: Dunia Peringati Hari Lupus Setiap 10 Mei |
Pada tahun 1999, International Bipolar Foundation (IBPF) didirikan, dan sejak itu telah meneliti gangguan bipolar dan membantu orang-orang yang menderitanya. Gangguan bipolar lebih umum daripada yang kita kira. Perubahan suasana hati yang ekstrem seringkali tidak disadari atau dianggap sebagai masalah temperamen, sementara orang yang menderita sebenarnya sedang mengalami gelombang mania atau depresi. Orang dengan penyakit mental ini menjalani kehidupan yang terganggu, karena gangguan tersebut memengaruhi kemampuan seseorang untuk berfungsi. Untungnya, pengobatan dan konseling yang ekstensif dapat membantu dalam perawatan.
Hidup dengan gangguan bipolar tidak mudah, tetapi, seperti kata Van Gogh sendiri, “Awalnya mungkin lebih sulit daripada apa pun, tetapi tetaplah bersemangat, semuanya akan baik-baik saja.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....